vimax

Cerita Dewasa Di Cabuli Bapakku Sendiri Part 2

>
Sexgairah |Tempat berbagi Cerita Sex 2016, cerita ngentot, cerita mesum, telanjang, cerita dewasa berupa, sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny.  



Di Cabuli Bapakku Sendiri Part 2


Di Cabuli Bapakku Sendiri Part 2

Salam.. kembali lagi dengan saya. Oke saya lanjutin lagi untuk berikutnya . Nah saat itu pada Kejadian pertama bersama Bapak saya sendiri , membuat saya agak sedikit canggung dan malu untuk datang kembali kerumah Bapak lagi. Kisaran sudah tiga minggu ini saya tidak menjenguk atau mengantarkan beberapa makanan untuk Bapak. 

Entah kenapa , walau sebenarnya saya mau dan tak keberatan disetubuhi yang begitu nikmat oleh Bapak saya sendiri , namun saya terasa malu kalau disangka Bapak ingin mengulangi kenikmatan itu lagi. 

Sore itu, sebelum Mas Narto melaut seperti biasa suami saya meminta jatah dilayani kebutuhan seksual . Sebagai istri saya layani suami saya dengan semaksimal mungkin. 

Tapi seperti biasa juga, Mas Narto hanya memikirkan kepuasannya lahirnya saja, dan kalo sudah mengejang lalu menyemprotkan air pejuhnya sebelum saya merasakan rangsangan , apalagi orgasme klimaks. 

" Dek Emii, Mas sayang banget sama kamu dek .." 

Mas Narto selalu mengatakan itu sambil mengecup dahi saya setiap kali usai melakukan hubungan seks diatas tubuh saya, lalu Mas Narto begitu saja memakai kembali pakaiannya dan meninggalkan saaya sendiri dikamar, suami saya pun melaut bersama teman-temannya dengan gegas nya. 

"Mas..Hati –hati ya pulang dengan selamat Mas..," 

Namun itu saja yang saya ucapkan menyampaikan salam kepada suami ku tersayang . 

Dan saya masih tetap berbaring diranjang tanpa pakaian, rasa kurang puas terhadap suami saya dengan tetesan tangisan yang menetes di mata. 


Saya merasa kesepian dan tersiksa tiga minggu ini setiap kali berhubungan seks dengan suami saya , sedih sekali karena tidak merasakan nikmat yang begitu puas dengan maksimal seperti yang saya rasakan dari Bapak saya sendiri . 

Setelah suami saya pergi dibalik pintu saya bangun dan mengunci kembali pintu kamar. Kembali berbaring diranjang tanpa pakaian dan masih bugil , saya menghayalkan kenangan kenikmatan bersama Bapak. Tanganku mulai meremasi toket dengan sendiri nya, sambil membayangkan ada lelaki yang sedang ngeseks dengan ku , saya pun memainkan bagian tubuh intim saya sendiri. 


Malam itu saya mencapai titik birahi dengan masturbasi sambil menghayalkan Bapak saya sendiri ,setelah selesai lalu saya tidur saja. Nah , keesokan, pagi nya sebelum Mas Narto pulang melaut, saya menyiapkan makanan untuk saya bawa kerumah Bapak. 

Entah napa ya ??? , 

saya kok ingin sekali kerumah Bapak pagi itu. setiba di rumah bapak , saya mengetuk pintu terlebih dahulu . Kemudian beberapa saat kemudian Bapak membuka kan pintu . 

"Eh kamu Nak.. Bapak kira siapa," ??? ucap Bapak menyambut ketukan pintu.

"Iya nih Pak , saya bawakan Bapak makanan," menjawab tanpa menatap pandangan Bapak, 

Dan saya jadidan kik kuk pada Bapak saya sendiri. Bapak kemudian menyuruh saya segera untuk masuk, dan seperti biasanya saya langsung menuju ke arah belakang di dapur untuk memindahkan makanan yang saya bawa dirantang , lalu saya pindah kan ke piring makanan . 

"Oh iya Gimana Nak , sudah nggak sakit lagi perutmu?" suara Bapak menyapa, 

dan saya sedikit terkejut saat Bapak tiba-tiba sudah mendekap tubuh saya kembali dari belakang sambil tangannya mengusapi perut yang nampak sedikit membuncit dengan usia kehamilan saya . 


" Eh Bapak.. Emi sampai kaget ada Bapak ??”. 

" Kadang-kadang masih tuh Pak , tapi agak membaik kok setelah dipijit sama Bapak waktu itu, "

saya malah bingung harus jawab apa saat itu.??” 

" Gimana kalau Bapak pijit lagi? 

biar gak terasa sakit lagi perutmu itu," 

nafas Bapak tepat mengdengus di sekitar leher saya, membuat saya jadi menahan geli dan jadi merinding. 


Sebelum saya menjawab, tangan Bapak yang saya rasakan menjamah bokong dan mulai menyingkap naik bagian bawah daster yang saya kenakan. 

"Mhhhhh… Bapak.. jangan lagi donk," 

saat itu saya berusaha menepis tangan Bapak dan kembali meneruskan di dapur untuk meyalion makanan dan merapikan piring di meja dapur Bapak. 


Tapi tangan Bapak seperti usil melulu, dari belakang itu Bapak malah memasukan tangannya kebalik dasterku dan meraba raba bokon ku , sesekali meremasinya. 

" Ya sudah, kalau gak mau dipijit dikamar, Bapak pijitin disini saja ya gimana ??”. 

“Kamu kan bisa sambil rapikan piring itu," 

Dan Bapak semakin liar saja serta berani tangannya menyusup di balik CD yang saya kenakan , sehingga kini tangan besarnya menggerayangi bokongku tanpa penghalang. 

Saat tangan Bapak menyentuh kulit bokong secara utuh dan langsung, saya kok merasakan desiran yang kuat dan kemudian libidoku semakin tergugah. 

Saya mencoba untuk menahan nafas berat itu dan tetap merapikan makanan diatas meja dapur, tetapi saya tak lagi menepis garapaan Bapak, saya merelakan dan member kesempatan utnuk Bapak berbuat sepuasnya. 


"Aiiisshtt MMMhhhhhhhhhh……..Pakk.. jangan ah.. geli Pak," 

saya menggeliat saat bibir Bapak mengecup di sekitaran area telinga, saya tak kuat menghindarinya. 

"Kamu merunduk diatas meja ya Nak, santai saja.. 


supaya perut kamu lebih enakan dan cepat sembuh,” 


“ Bapak pijitin sambil berdiri ya," 

Bapak menekan bahuku dari belakang sehingga posisi badan menunduk dengan kedua tangan bersandar di meja. Saya malah semakin penasaran saja?? 

Apa yang akan di lakuakan oleh Bapak ,saya pun tak bisa berkata selain mengikuti perintah Bapak itu. Kini pekerjaan merapikan piring sudah tidak ada lagi, sekarang dengan posisi yang menunduk pasrah di meja itu, menunggu apa yang akan Bapak lakukan untuk aksi selanjutnya. 

Desahan nafas yang mulai tak teratur yang saya rasakan semakin berat saat Bapak melepaskan CD yang saya kenakan lalu menyingkap naik bagian bawah pakaian yang saya pakai . 


Dengan Posisi yang menungging membelakangi Bapak dengan tubuh bagian bawah sudah telanjang bulat. Bapak lalu memandu kedua kakiku untuk lebih mengangkang. 


"WOooow….indah banget meki mu ini Nakk.." Bapak memujiku. 

"Eh…Bapak, Emi mau di apakan lagi nih?" 

Namun saya jadi penasaran aja , apa yang akan di garap Bapak terhadapku. Tapi lagi-lagi Bapak bilang kalau itu termasuk pengobatan yang tokcer yang akan mempermudah aku melahirkan kelak. 


Sambil menjelaskan itu padaku, tangan Bapak mulai meraba belahan bokong dan kadang menelusuri sampai kebibir meki ku . 

"Hsstt ahh Mhhhhhhhhh……..," 

Saya tak bisa menahan desah yang keluar akibat nafasku mulai tak teratur dan tersengal menahan aksi Bapak. rasa geli yang sudah menjamur di daerah memek ku dan membuat tenaga dikedua kakiku seperti melemas, dengan posisiku jadi lebih merunduk dengan tangan terlipat dimeja dan toket saya pun terhimpit antara badan dan meja. 

Saya melangkah kebelakang sedikit menjaga agar perutku tak tertindih tubuh dan terhimpit meja. Posisi ini rupanya membuat Bapak semakin mudah menggapai mekiku dari belakang karena tinggi meja yang hanya satu meter membuat saya jadi nungging secara penuh dan membelakangi Bapak yang berlutut. 

"Tahan sebentar ya Nak Sayang.. cuma sebentar kok,"

kata Bapak tak lagi mengusapi bulatan bokongku , 

kini kedua tangannya menahan bulatan bokongku dan menyikap agar bibir mekiku terlihat penuh. Ditengah penasaran saya, tiba-tiba saya begitu merasakan lidah Bapak sudah menjilatii bibir mekiku. 

Tempo jilatan Bapak di mekiku sungguh teratur, setiap lima kali menjilat naik turun Bapak selalu menghentikannya dibagian klitoris untuk menekan klitorisku dengan lidahnya itu. 

Saya sudah tidak mampu lagi berulah, apalagi menolak perlakuan Bapak kepada saya. Cairan kental kayaknya mulai keluar dari memek dan membuat Bapak semakin leluasa menjilat, mencumbu, dan mengulum bibir mekiku. 

Dendam nikmat yang tak pernah saya rasakan dari Mas Narto semalam, ingin saya lampiaskan disini, bersama Bapakku. 


"Aduhh Pak.. geliiii banget ehhsshh…sshhhhhhh…..," 

dengan tempo jilatan Bapak memainkan klitorisku, bokongkuu bergerak kebelakanng membuat wajah Bapak tenggelam dibulatan bokong ku, saya ingin agar lidah itu menekan lebih keras klit saya. 


Sodokan lidah Bapak menembusi belahan bibir mekiku, sesekali Bapak menyedot dan menelan cairan kental yang keluar, lalu memainkan lagi dan lagi.  

"Hmmmm…tutut mu sudah mulai berkedut ya Nak?? 


apa sakit diperutmu sudah mulai hilang?" 

lalu Bapak menghentikan jilatannya dan bangkit mendekap tubuh saya yang masih nungging. 

"Mhh aahh, belum Pak.. masih sakit perut nya Emi," 

Lantas saya menjawab begitu agar Bapak meneruskan lagi jilatannya dan menggugah lagi birahi saya. 


"Oh…Belum? Kalau begitu Bapak teruskan ya pijitannya, kalau begini enak tidak Nak?" 


Bapak berdiri dibelakangku, kedua tangannya menerkam pinggang saya. Belum lagi saya menjawab pertanyaan Bapak, saya rasakan benda tumpul yang hangat dan tegang ingin menembus di mekiku. 


"Ouuuuuchh Paak..," 

Titik Bapak yang sudah berada digerbang liang nikmatku langsung amblas separuh di mekiku saat saya juga memundurkan bokongku . 

Tapi Bapak seperti ingin menyiksa birahiku,beliau tetap berdiri saja sekalipun titit nya sudah masuk separuh ke liang senggama saya. 


Namun sekarang sayalah yang aktif memburu tongkat perkasa Bapak, pinggul saya putar2 dan mundur-mundur menahan gatal yang ingin agar titit Bapak itu masuk utuh dimekiku. 

Beberapa menit seperti itu, Bapak pun tak bisa lagi menahan birahinya, dan mulai memompa. 

 Tetapi baru saja Bapak terasa akan menekan pinggulnya kedepan, mendadak terdengar ketukan pintu rumah. Bapak beranjak menjauhi saya dan mengenakan celananya lagi. 


"Haduuuh…Ada orang Nak. “ 


“Lekas kamu kenakan bajumu ya, Bapak lihat siapa yang ada di depan rumah," Lalu Bapak pergi dari dapur. 

Agak kesal memang saat itu karena di saat saya sudah sangat birahi dan ingin sekali terpuaskan. Tapi kesal itu luntur saat terdengar suara Rini, adik ipar nya Mas Narto. 


"Mbak Emi ada Pak.., saya disuruh panggil, Mas Narto sudah pulang," 
terdengar suara Rini . 

" Oh.. ada Nak, Mbak Emi ada disini baru ngatur makanan untuk Bapak. 
" Nak…Nakk.." 


Lantas Bapak memanggil saya . 


"Eh Rini, Mas Narto sudah pulang ya.., yuk kita pulang". 

"Bapak. Emi pulang dulu ya," 

kemudian saya berpamitan dan mengajak Rini pulang kerumah mertua saya , hari sudah beranjak siang saat itu. Sampai dirumah Mas Narto meminta saya utnuk membuatkan kopi untuknya, lalu dia banyak bercerita tentang hasil melautnya semalam. 

" Ikan Tuna nya  sedang banyak Dek, mungkin setelah makan siang nanti saya bersama kawan-kawan kembali ke laut lagi ya ," 
"mumpung masih di beri rejeki nih," tuturnya.  

"Iya deh kalo gitu Mas, tapi hati-hati ya MAs," ucap saya. 


Setelah minum kopi, Mas Narto mengajak saya kekamar, dan minta untuk melayani nafsu birahinya kembali. Beberapa saat yang lalu saya yang sudah dirangsang sama Bapak sehingga saya juga sangat senang melayani Mas Narto. 

Tapi seperti biasa, Mas Narto main sikat aja saja. 

Menindih tubuhku masih dengan baju, Mas Narto hanya membuka resleting celananya. Rok saya hanya disingkap keatas dan CD dipelorot kebawah lalu mas Narto menghajarku. 

"Aiiiissh….Ohh Mass, enaakhh Mass," 

Walaupun Mas Narto tak merangsangku namun dengan membayangkan belaian Bapak tadi, saya masih bisa terangsang dan benar-benar ingin dipuaskan. Kontol Mas Narto menerjang mekiku dengan cepat dan masuk begitu saja.

"Iyahh dek sayangg enaakhh sekalii.. memek mu “ 

“OOougghh," 

Mas Narto melenguh, padahal baru beberapa menit kontolnya masuk di lubang memek ku. 


"Ouhh.. aaaaiiiSstthh.. tahan duluu mass, ahh," 

Jrooott…crooootttt…….croooottttttt........” 

Ingin saya hentikan saat merasakan kontol Mas Narto berkedut , tapi sudah terlanjur keluar dengan cepat nya menyemburkan pejuh ke lubang memekku. 

Oh, lagi-lagi dia hanya memikirkan kepuasan sendiri, tanpa mengerti perasaan saya yang juga ingin merasakan nikmatnya disetubuhi suami sendiri. 

"Aiiishhh….Uhh Ahhh….., nikmat sekali sayang, makasih ya," katanya, 

menciumku , lalu pergi lagi . Saya ingin marah sekali dan ingin berteriak, dan maki-maki, tetapi semua hanya bisa tumpah lewat tangisan siang itu. Sekian 


Sexgairah |Cerita dewasa, Kumpulan cerita sex, Blowjob, handjob, Cerita sex dewasa, Cerita seks dewasa, Tante girang, Daun muda, Pemerkosaan, Cerita seks artis,Cerita sex artis, Cerita porno artis, Cerita hot artis, Cerita sex, Cerita kenikmatan,Cerita bokep, Cerita ngentot,Cerita hot, Bacaan seks, Cerita, Kumpulan Cerita Seks, Onani dan Masturbasi, Cerita seks tante,blog cerita seks, Seks,sedarah seks, cerita 17+ tahun,cerita bokep.
>

Subscribe to receive free email updates: