vimax

Cerita Dewasa Tamu Tak Di Undang Yang Ngeseks

>
Sexgairah |Tempat berbagi Cerita Sex 2016, cerita ngentot, cerita mesum, telanjang, cerita dewasa berupa, sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny. 

Tamu Tak Di Undang Yang Ngeseks 

Tamu Perawan Tak Di Undang Yang Ngeseks

Sudah 3 tahun saya bekerja sebagai buruh pabrik di kota kretek. Dengan usia yang sekarang ini 28 tahun saya msih membujang.

Sebenarnya saya sedikit malu dengan pengalaman cerita ku ini, tapi saya akan sedikit terbuka dengan kisahku yang saya alami.

Di tempat saya bekerja setiap tahun nya pabrik memperbolehkan untuk cuti setiap karyawan selama seminggu ada bahkan duabelas hari.

Jadi dengan adanya progam itu, saya berencana untuk berlibur sendiri yang aku sukai. Setelah mendapatkan gaji dari atasan aku langsung pulang ke rumah dan membereskan semua perlengkapanku untuk berlibur.

Saya pun juga merencanakan untuk menuju ke tempat tujuan dengan menggunakan transportasi umum.

Dan berencana untuk pergi liburan ke luar kota dengan suasana yang beda, dan mungkin untuk destinasi saya menuju ke tempat-tempat pantai.

Sesampainya ke tujuan yang saya inginkan, saya berencana untuk menginap di sebuah hotel .

Kemudian saya menghampiri ke bagian resepsinonis, ternyata pelayan tamu itu seorang wanita yang sangat cantik dan menawan degan tubuh yang seksi bernalut seragam penerima tamu.

Saya pun sedikit terpana saat melihat pesona si wanita itu dan terucap dari bibir resepsionis itu

“ ada yang bisa saya bantu Pak..?”ucap dari wanita itu.

“Oiya , saya ingin memesan kamar”. Ucapku.

Untuk kamar yang seperti apa Pak??

ada tiga bagian untuk kamar yang kami sediakan ??ucap wanita itu sambil menunjukkan katalaog dan harga yang ada di depan meja lobi itu.

Dengan canggung saya memilih untuk kelas menengah , karena saya kagum dan birahi dengan kecantikan wanita itu dan membuat saya horny dengan tubuh seperti itu.

Kemudian ketika saya sudah memlilih kamar, wanita itu segera mengetik ke hadapan komputr resepsionis.

Sengaja aku melihat semua tubuhnya yang elok dan melihat nama nya yang terpampang menenmpel di saku baju seragamnya itu. Nama wanita itu, Anggita .

Pada saat aku melihat tubuhnya, wanita ini bener-bener sempurna walaupun dengan memakai seragam dari hotel tempat dia bekerja.

Saya terus saja bengong melamun melihat tubuhnya yang seksi itu. Setelah wnita itu selesai mengetik akhirnya dia mulai berkata dan mengasihkan kunci kamar yang telah aku pesan.

“Selamat beristirahat..”

”Terima kasih telah menggunakan layanan kami” . ucap wanita itu kepadaku.

Setelahnya aku langsung menuju ke kamar hotel. Dan sesampainya di kamar itu ,aku berbaring sebentar di ranjang dan membayangkan wanita itu tadi.

Lama-lama pikiranku jadi terangsang karenanya dan garuda ku kedut-kedut ingin segera di elus – elus.

Pikranku berusaha agar tidak membayangkan yang aneh-aneh, namun garuda ini terus mengepakkan sayapnya seakan mau terbang dan lepas dari sangkarnya.

Setelah itu aku pun melepaskan semua celana . Dan terbanglah ke luar dari sangkar nya si Garuda perkasa dengan gagahnya.

Langsung saja aku mengelus-ngelus dedekku sendiri sambil membayangkan wanita itu tadi. Karena aku pun gak tahan dengan keseksiannya dan mulai mengocok dedekku sendiri, dengan tempo yang selaras.

Mengocok dedek ku , aku pun merasakan kamar yang menjadi gerah. Kemdian aku beranjak dari ranjang dan menyetel remote AC dan melepaskan semua pakaian. Aku ingin memulainya lagi tapi tiba-tiba ada orang yang membuka pintu kamarku.

Aku sangat kaget dan berusaha memakai bajuku tapi seseorang terlanjur melihatku. Ternyata perempuan lain yang tak kukenal tapi sangat cantik.

Kami saling melihat sejenak dan perempuan itu mulai bicara.

 “Apa benar ini kamar no. @@@”??ucap si wanita itu.

Tamu Perawan Tak Di Undang Yang Ngeseks

Saya pun kaget dan terkejut mendengar perkataannya karena biasanya wanita langsung menutup pintunya kalau melihat tubuh telanjang lawan jenis.

Saya agak merasa bingung harus menjawab apa karena takut salah.?? Dengan keaaaan yang masih bugil aku memberanikan diri dan berkata.

“Tolong anda masuk dan tutup pintunya dulu.”

Aku mulai merasa sangat kaget karena akupun tak tahu apa yang kukatakan benar atau salah. Dan wanita itu tersenyum dan masuk ke dalam kamarku.

Setelah menutup pintu kamar yan aku tempati, dia bertanya lagi.

“Apakah ini kamar no.@@@?”

Aku sangat puyeng melihat keadaan sekarang dan bermaksud untuk kabur tapi aku tidak bisa kabur lagi. Aku menghelakan napasku secar perlahan dan berkata.

“Ini.. bukan.. kamar… @@@”.

Setelah mendengar jawaban yang saya lontarkan, wanita itu pun malah tak pergi tetapi malah mendekatiku dan berkata.

“Kenapa kau masih dalam keadaan telanjang seperti ini?”

Setelah mendengar perkataan itu, aku masih linglung sekaligus terangsang seolah ingin cepat-cepat bercinta dengannya tapi juga takut karena belum pernah melakukan hubungan intim dengan lawan jenis yang tanpa aku kenal sedikitpun.

Tangan kanan wanita itu mulai memegang sekujur badan ku dengan usapan lembut.

Aku masih belum tahu apa yang harus saya lakukan.

Tiba-tiba Tangan kirinya memegang Garuda perkasa ku dan bertanya. 

“Apakah kamu sering melakukan begituan?” ucapnya.

Aku cuma diam dan tidak menjawab, langsung saja mencium bibir seksi itu secara tak beraturan. Dia pun mulai membalasnya dan aku kaget dengan tidak memerintahkan untuk mencium.

Dia mulai mengeluarkan lidahnya dan mencari lidahku.

Aku jadi mulai menyahutnya. Setelah beberapa saat kami ciuman, dia melepaskan ciumannya dan berkata di dekat telingaku.

“Tenang saja, kita akan melaukan yang senang- senang dan berfantasi.”

 Dia membuka semua bajunya dan melempar ke bawah lantai. Tampaklah gunging kembar yang lumayan besar dan jembut dengan sedikit berbulu.

Aku menelan ludah setelah melihat tubuh wanita yang begitu indahnya tepat di depan mataku.

Dia mendorongku ke tempat ranjang dan aku jatuh terbaring di ranjang. Dia datang dan mulai mengusap elangku.

“Ahh…………”Gerangku.

“Apakah enak sayang?” Tanya si cewek.

“dasyaaaat sekaaali….. ”

belum sempat aku menjawab, dia sudah memasukin penisku ke dalam mulutnya. Dia masih mengulum penisku yang membuatku merem- melek dengan napas yang tidak teratur.

“Ahhhkkkkk………….” “Ahhhkkkkk………” “Ahhhkkkkk…….”

Aku mengerang saat lidahnya menjilati lubang penisku.

Dia terus menjilati lubang penisku jadi rasanya seperti mau cepat cepat keluar. Setelah beberapa saat, aku mulai merasa gatal dan berdenyut di sekitar penisku.

“Akuuu… takkk….tahaaan…..” Teriakku.

 Aku langsung menyemprotkan cairan pejuhku ke dalam mulut perempuan itu.

Cairan yang aku keluarkan sangat banyak tapi sepertinya wanita itu menelan sebagian pejuhku. Badanku langsung terasa lemas dan serasa ingin tidur. 

“Sayaaang… jangan tidur dulu dong mas!!”

Teriak cewek itu sambil memegang perutku.

Aku terbangun dan ingat bahwa aku sedang melakukan hubungan seks.

“Kamu benar –benar membuat aku lemaaas kualahan…. ,

“Btw kamu ini siapa ya neng…?”

Aku berbicara setelah ingat bahwa aku ingin tahu siapa dia.

“Kalo mas ingin tahu siapa aku?

“ kau harus melakukannya sekali lagi, setuju tidak?” tantang cewek itu. 

“Baik lah , setuju!!” jawabku

Dengan lebih percaya diri dan langsung bangun dari ranjang untuk melakukan adegan seksual.

Aku membalikkan badan cewek itu menjadi tidur tengkrap dan langsung menjamah payudaranya mulai dari kiri dan menekan jari telunjuk ke punting kanan cewek itu.

“Akhhhhhhhhr……”

Aku terus menjilat puting kirinya cewek itu dengan lembut dan menghisap sambil mengoyangkan jari telunjuk kiri ke punting kanannya.

Ini membuat dia merem- melek dan…

“Ahhhh……ge…li…. geee…lliiiii…..”

Tamu Perawan Tak Di Undang Yang Ngeseks

“AArghhhh….” “Masssss……”

rintih cewek itu dengan suara manja yang menggoda.

Aku yang tadinya sudah kecapean mulai terangsang lagi setelah mendengar suara merdu yang mengoda.

Aku terus menjilati kadang kadang mencium, menyedoot dalam- dalam supaya ingin merasakan nikmat punting payudara seorang wanita.

Setelah puas dengan yang punting kiri, aku menyedoot lagi yang kanan. Ini kulakukan berulang kali sampai payudaranya basah penuh oleh cairan ludahku.

Tangan kananku mulai menurun dan memegang bagian memeknya wanita tersebut.

Aku mencoba memegangnya dengan seluruh tangan tetapi wanita tersebut menolaknya dengan mengrapatkan kedua pahanya. Aku ingin berusahanya tetapi dia mengatakan sesuatu diiringi dengan rintihan. 

“Mas… s…… jangan……. duuuluuu…..ya sayang…”

“Sayyaaa…. Massiihhh…..virgiiiin……..” kata cewek itu.

Aku tidak perduli dengan rintihan tersebut dan mencobanya dengan mencium bibirnya dengan tangan kiriku masih memijat bagian kanan punting wanita tersebut.

Setelah mencium bibir tersebut aku menulusuri leher wanita tersebut.

 “Ge……llllliiiiii….. ahhhhh…. ngi……llluuuu” rintih wanita tersebut.

Aku ingin sekali rasanya untuk cepat cepat menghabisinya tetapi aku masih bingung harus merangsangkan bagian mana lagi supaya dia terangsang.

Jadi aku mendekatkan kuping wanita itu dan mengatakan sesuatu.

“Sayang, saya ingin sekali bercinta dengan keharuman keseksian mu”.

“Tuunnnnngggguuuuu……….Masssssss….. Ahhhh….” Jawab Cewek itu.

Tetapi kata kata tersebut mulai melemah dan pada saat tangan kananku mulai membuka bagian paha cewek itu, dia sepertinya tidak menolak.

Dia membuka pahanya dan aku mulai merasakan kehangatan bagian bawah cewek tersebut. Aku mulai memegangnya dengan telapak penuh dan mengerakannya naik turun dengan irama pelan. 

“Shhhhh……Shhh…Mhhhhh……” Cewek itu merintih. “Hhhhhh…….hhhhhh…UHhhhh….” 

Langsung saja Aku memberanikan diri dan mulai mengosokkan memeknya dengan agak cepat sambil menghisap puntingnya sangat dalam.

Ini membuat dia tambah terangsang dan aku mulai merasakan lembab vagina perempuan tersebut.

Aku melepaskan ciuman tersebut dan langsung menurun ke bagian memeknya tersebut. Aku mengendus dan merasakan keharuman yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya.

Aku pun memulainya dengan jilatan kecil di permukaan vagina yang membuat napasnya tidak teratur.

“Hhhhh……….hhhhhh,,,Mhhhhhh…..”

“A…..ku…….ahhhhhhssssshhhh”

Cewek itu sepertinya ingin mengatakan sesuatu tetapi aku tidak memperdulinya dan menjilatinya dengan lebih cepat.

Aku menjilatinya terus-menerus sampai aku mulai merasakan ada sesuatu yang seperti bola kecil mencuat keluar.

Aku tidak mengerti dan coba untuk menjilatinya tapi tiba-tiba…….

“Ahhhhkkkkk…….. Ge…..lllllliiiiii….. niiikkk…Ahhhhh….ma…t… ahh..”

 Cewek itu merintih lebih bringasan seolah olah ingin minta tolong pada seseorang. Aku pun mengerti ternyata dia merasa nikmat kalau dijilat di daerah situ.

Dia mulai menjambak kepalaku yang membuatku kesakitan tapi aku tidak ragu-ragu lagi dan mulai menjilatinya terus-menerus sampai tiba- tiba aku mendengar sesuatu.

 “Ahhhhh….. kk…. Ak……uuuu…… iiiiinnnggg…iii…nnn…. kkkkeeeelllluuuuaarrr”

Bersamaan dengan suara itu, aku merasa ada cairan yang keluar sangat deras. Kepalaku pun dijepit erat-erat yang membuatku tidak bisa bergerak.

Aku merasa sesak napas karena tidak ada ruangan yang bisa buat bernapas.

Aku diam sejenak untuk mengetahui apa yang terjadi. Setelah beberapa saat, tangan yang memjambakku mengendor dan kaki yang menjepitku pun melepas.

Aku mengangkat kepala dan lihat matanya mulai terbuka.

“Ma..sss….kamu…sangat dasyaaat seklai….” Ujar cewek itu. 

“Kamu juga hebat sayang.” Jawabku.

“Masss, kamu.. tahu…. tidak…. bahwa…. kamu…. salah kamar?” Tanya cewek itu dengan suara lemas.

Aku agak bingung dan berbicara kembali.

“Ini kan kamar ###….”

“Tid…ak, Ini kam..ar…@@@” tutur cewek itu.

Aku kaget setengah mati dan baru mengerti bahwa akulah yang salah.

“Nama kamu siapa sayang?”

Aku tanya dia setelah tenang dengan memegang pipinya.

“oh,,,aku Bella.” Jawabnya.

“Apakah kau mau jadi istri saya?” Tanyaku.

“Mas bener –bener naakaaaal yaaaa…...” Jawabnya.

Setelah menjawab itu, aku langsung mencium bibirnya dan memulai permainannya lagi.

Aku mengeluarkan lidahku dan mencari lidahnya untuk dimain. Dia pun membalasnya dengan penuh nafsu.

“mmmhhhh…..mmmmmhhh…..”

Itulah suara yang dikeluarkan waktu lidah kami beradu.

Aku terus menggoyangkan lidahnya sambil kuangkat setengah badannya. Keadaanku sekarang lebih enak dan enjoy disbanding yang tadi jadi aku melepas ciumannya dan dengan santai menjilati lehernya naik turun.

“Hhhhhhh……..hhhhh..ahhhh….”

itulah suara cewek yang lagi mendesah. Permainan di leher sudah cukup untukku dan aku bermaksud untuk mulai lagi di bagian dadanya.

Aku turun dan mulai menghisap payudara kirinya. Aku menyedot, mencium, mengendus payudaranya. Sedangkan tanganku mulai lagi memijit kanan payudara indah itu.

Aku menyedot berkali-kali sampai payudara kirinya basah kuyup dan aku pun berpindah lagi menghisap ke punting kanan. Aku mengulang terus-menerus dari kiri ke kanan, dan kanan ke kiri.

“Ahhhh…… Ahhhhh… Ahhhhh…. geeellliiii…. ngilluuuu….”

Itulah kata-kata yang terulang terus- menerus. 

“Maaaa…ssssss…. ayoo….. masukiiiin aja massss..”

“Akkk…uuuuu… suuu..dd..ahhh… s…iii…aaa…pppp…Akhh.”

Sepertinya kata itu mulai muncul ketika aku mengigit kecil di punting kanan wanita itu.Aku masih belum ingin menancap gas karena pikiranku sudah agak tenang, aku ingin dia merasakan kehebatan permainanku. Tetapi dia sangat ganas.

Dia membalikan tubuhku dan menindihnya di atas tubuhku. Aku tidak bisa apa-apa dan mengikuti permainannya.

Dia menunduk dan menjilati puntingku.

“Ahhhkk….Ahhhh.” Desahku

sambil berusaha mengangkat kepalanya.

Tetapi dia melarang dan menepis kedua tanganku. Setelah menjilat sebentar puntingku, dia duduk memegang penisku dan berusaha memasukinya ke dalam liang vaginanya.

“Astaga, ini perempuan masih perawan tapi berani memasukinya, benar benar sangaaar.” pikirku.

Saat memasuki ke dalam liang vaginanya, aku mengalami kesulitan. Aku merasa susah sekali memasukinya.

Dia mulai menekan sedikit demi sedikit dan akhirnya masuk setengah. Setelah memasukinya, dia mulai mengenjot dengan irama pelan.

“Arrrggggh……..Ahhh…Ahhh…….”

Kami berdua mendesah secara bersama.

Aku merasa sepertinya ada sesuatu yang menyentuh seperti dinding di dalam vaginanya tetapi aku tidak tahu apa itu karena yang kurasakan saat itu hanyalah nikmat. Aku mulai mengangkat pinggulku untuk menusuknya lebih dalam. 

“Arrrggggh……..Ahhh…Ahhh…….”.

 Kami terus mendesah tidak beraturan. Permainan yang menyenangkan ini kuteruskan dengan irama agak cepat tapi sepertinya cewek itu agak kesakitan.

“A….dduu..hhh… sssaa…kkkkk..iiii…tttt”

 “Say.., ke..na..pa?” Tanyaku.

“Ak…uuu suu…dddaahh….Ahhhhh.” Jawabnya terhenti.

“Ke..na..pa?” Tanyaku penasaran.

“ttiii…ddaakkk…per…aaww…a..nnn” Lanjutnya lagi.

Pada saat bersamaan dengan teriakan itu, aku merasakan seperti menembus sesuatu dan aku sadar pada saat darah mengalir di daerah perutku.

Ternyata aku telah meregut keperawanan gadis itu.

“Celaka, aku tidak sadar bahwa dia masih gadis karena saya terlalu keasyikan bermain.” Pikirku.

Pada saat yang sama, pikiranku juga merasakan menyesal sekaligus nikmat.

“Mau gimana lagi, nasi sudah jadi bubur!”

Aku diam sejenak untuk menenangkan situasi. Setelah agak tenang, perempuan itu melihat ke arahku dengan agak merangsang sambil menekan dadaku dan mulai mengenjotnya lagi.

Aku pun tersenyum dan mengetahui bahwa dia tidak menyesal kehilangan kegadisannya.

“Arrrggggh……..Ahhh…Ahhh…….”

Kami mulai lagi mendesah hebat ketika enjotannya semakin cepat.

“A….yooo…..masss….” Dia mengatakan itu sambil mendesah.

“segeraa ma…ssuuukkkiinn…. ahhh… ke….. daaaa…la…am.”

Dia terus berusaha mengatakan sesuatu.

“Aku ingin menikmati dan merasakan gsruda perkasa massss yang … besaaaaar.”

“Arrrggggh……..Ahhh…Ahhh…….”

Aku tidak begitu jelas apa yang dia katakan, tetapi saya tahu bahwa dia menikmatinya karena dia terus mengenjotnya dengan irama lumayan cepat dibanding tadi.

Pacuan kuda yang melelahkan masih terus berlanjut, permainan ini kurasakan sangat lama sampai aku mulai merasa ada yang berdenyut lagi di sekujur garudaku.

“Bellaaaaa…akkkkuuu..AAahh… iinnngggiinnn…keeelllluuaaarrr..”

Aku berbicara sambil memegang pinggul perempuan itu.

“Sayaa… jjjuuu.gggaaa… “ “ttiiiddaakkk….aahhhhh… ttaahhaaannn.”

Suara histeris perempuan itu mulai kencang.

Tiba-tiba aku merasakan ada cairan banyak yang keluar dari memek tersebut dan memuncratkan digaruda ku.

Cairan ini membuat gairah seks ku ingin cepat berakhir karena sangat licin dan sekali lagi…

“Ahhhhkkkkkkkk…..Ahhhkkkkkk”

Aku teriak sekencang kencangnya sambil menaik- turunkan pantat wanita itu dengan sangat cepat. 

“Croootttt……Crooottttt….Jroooot”

Burung garuda ku akhirnya mengeluarkan cairan kental yang menyembur sangat banyak. Kurasakan bahwa aku menyemburkannya 5 kali didalam memek vagina wanita tersebut.

“Jroooooct…crooooott…criiiittt…”

Setelah beberapa saat, tanganku mulai berhenti dan melepaskannya. Aku pun terasa sangat lemas. Aku memejamkan mataku dan aku pun tertidur.

Di detik terakhir, aku hanya merasakan bahwa perempuan itu tertidur di pangkuan dadaku. Setelah matahari terbit di pagi hari, aku pun pelan-pelan membuka mataku. Aku masih bingung apakah kemarin aku bermimpi atau tidak.

Aku pun menengok kiri dan kanan untuk mengetahuinya. Ternyata aku tidak mimpi dan aku melihat ada wanita sedang merapikan bajunya dan siap untuk pergi. Aku memanggilnya tapi…. 

“Sayang,dirimu mau ke mana?” Tanyaku.

Dia hanya tersenyum dan pergi keluar. Aku pun tidur lagi karena aku benar- benar lemas akan permainan sek nya.

Sejak kemarin aku selesai kerja, aku belom istirahat sama sekali. Aku bangun lagi setelah segar dan memakai kembali bajuku .

Setelah selesai, aku pun keluar dengan tas ransel ku. Aku melihat pintu nomor yang ditempel di pintu dan ternyata aku benar-benar salah.

Ruanganku ada di sebelah. Aku taruh barang-barang di kamarku dan keluar. Pada saat aku keluar dan berjalan di lorong, aku melihat ada pembersih ruangan berjalan menuju ke sini.

Aku pun bertanya ke pembersih laki-laki itu.

Aku melewati pria itu dan mendengar suara pintu terbuka. Aku menengok sebentar dan aku kaget karena pintu yang dibuka adalah ruangan yang aku tidur bersama perempuan kemarin.

Aku bergegas kembali ke sana dan menghentikannya.

“Tunggu dulu Pak, jangan dibersihin ruangan ini.”

“Ah?” Pria itu sepertinya bingung.

“Ruangan ini kan sudah check out tadi pagi.” Ucap petugas pembersih itu.

“Emangnya ini ruangan Bapak?” Lanjut lagi dengan pertanyaan.

Aku bingung sekaligus kaget karena wanita yang bersetubuh denganku pergi begitu saja tanpa pemberitahuanku.

“Tidak Pak, aku pikir itu ruangan saya.” Aku jawab setelah mengetahuinya.

Karena Sisa liburanku hanyalah hampa karena aku sendiri di dalam hotel sambil menyedih hati berbaring di ranjang tanpa mengenalnya lebih lanjut dan belom meminta no .hapenya. END

Sexgairah |Cerita dewasa, Kumpulan cerita sex, Blowjob, handjob, Cerita sex dewasa, Cerita seks dewasa, Tante girang, Daun muda, Pemerkosaan, Cerita seks artis,Cerita sex artis, Cerita porno artis, Cerita hot artis, Cerita sex, Cerita kenikmatan,Cerita bokep, Cerita ngentot,Cerita hot, Bacaan seks, Cerita, Kumpulan Cerita Seks, Onani dan Masturbasi, Cerita seks tante,blog cerita seks, Seks,sedarah seks, cerita 17+ tahun,cerita bokep.

Subscribe to receive free email updates: