vimax

Cerita Dewasa Penumpang Cewek Terpanas dan Binal

>
Sexgairah |Tempat berbagi Cerita Sex 2016, cerita ngentot, cerita mesum, telanjang, cerita dewasa berupa, sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny. 

Penumpang Cewek Terpanas dan Binal 

Penumpang Cewek Terpanas dan Binal

Saat itu, pada waktu selepas pulang dari kuliah malam .Jam menunjukkan pukul 10 malam ,dan saat itu memang hari sudah sangat gelap.

Ninuk merupakan cewek dari fakultas manajemen dan mengambil jam malam (ektensi) dengan berparaskan wajah yang imut dan seksi dengan rambut yang membelai panjang sepunggung berjalan meninggalkan kampus nya karena jam kuliah telah usai.

Dan Ninuk berjalan menuju ke halte yang berdekatan dengan kampusnya .

Dan pada saat itu , ketika sedang menunggu di halte banyak juga orang orang yang sedang menunggu di haelte tersebut.

Sebagian ada lirikan mata para cowok-cowok yang sedang melihat ke arahku. Saat aku lihat mata nya begitu nafsu melihatku , seakan- akan aku akan di perkosanya dan menelanjangiku. Dengan memakai pakain yang sangat ketat dan seksi saat aku mengambil jam kuliah tersebut.

Dengan kemeja minim yang berlengan pendek dengan belahan kemeja yang menganga. Sehingga dengan ukuran payudara yang dengan ukuran 36 C itu seakan akan akan meloncat keluar dari balik kemejanya itu.

Karena dengan ukuran bh yag sedang dia kenakan dengan ukuran 36 B, sengaja biar terlihat seksi.

Dengan kulit putih nya yang bersih , di tabah dengan rok mini layaknya sekertaris perusahan yang bonafit. Memmperlihatkan kemulusan kaki yang panjang dan mulus karena dengan ukuran postur yang lumayan tinggi 174 cm.

Woow,,,kali ini aku sedang memakai pakaina yang sangat seksi sekali ,karena abis nagadepin ujian nya dosen ku itu .

Supaya ketika saat ujian, dosenku itu gak konsen untuk mengawasiku. Pikrnya Ninuk.

Ninuk kalo sedang kuliah saat menggunakan angkot, baisanya dia memakai pakaain yang biasa atau kemeja yang tertutup dengan memakai celana panjang juga, untuk menhindari pandangan dan tingkah jail para laki-laki di jalaanan.

Karena pada sore tadi Ninuk pergi ke kampus bebarengan dengan teman nya yang memakai mobil Rita.

Akan tetapi pada saat mau pulang kuliah Rita pulang duluan karena mata kuliah nya telah selesai. Ninuk pun salah tingkah karena pandangan para laki-laki di halte itu, mulai agak bernafsu saat menatap dan melihatku.

Dengan pandangan para laki-laki itu pada saat melihat payudaraku yang menonjol ke depan .

Namun Ninuk segeran untuk menutupinya dengan tas jinjing yang di bawannya utuk menutupi dada nya yang super dasyat itu. Namun merekan malah berbalik untuk melihat kaki ku dn bokongku yang ketat karana rok yang aku kenakan .

Maain gerah saja si Ninuk. Mau kembali ke kampus pasti sudah tidak ada orang dan sudah mulai sepi karena orang-orang pasti sudah pada pulang.

Terpaksa nungguin di halte meskipun gerah dengan pandangan para cowok-cowok.

Haduuuh kaloo naik bus yang pasti penuh sesak jam segini. Ninuk tidak bisa membayangkan tangan-tangan jahil yang akan cari-cari kesempatan untuk menjamahi tubuhnya.

Sudah kepikiran untuk naik taxi, namun duit pas-pasan .

Jam segini di kos juga anak –anak mungkin sudah pada tiduur, mau pinjam uang takut malah menggangu.

Ninuk mencoba menghubungi dengan menelpon Romi cowoknya atau Rita teman2nya yang punya mobil, haduh apesnya HP nya pada di angkat dan sebagian mati. ”Haduuuh , sial banget sih aku malam ini.”

Mulailah ucapan-ucapan cowok mesum di halte dimulai

”Mbak, teteknya hampir tumpah kayaknya, Mas bantu pegangin ya. Kasihan, pasti Mbak keberatan hehe”.

Dengan muka sebal Ninuk meliriknya dari ucapan cowok-cowok mesum yang berad di halte.

Namun tiba-tiba ada sebuah mobil merah menghampiri Ninuk tepat di depannya.

Jendelanya terbuka, dan terlihat wajah dengan berambut cepak sambil menyapanya, si Agung.

Dia merupakan cowok dari fakultas Ekonomi satu tingkat dengan Ninuk, berkulit coklat sawo matang, tinggi besar, hampir 182 cm.

“lho Nuk….kamu sering ngetem disini ya??”ucap Agung

Ninuk berkata ,Gila kamu ,sialan deh kamu. Aku disini gak ada tumpangan , terpaksa nunggui bus yang lewat.

“Gung, anterin aku donk ,…”?ucap Ninuk.

Namun sebenarnya Ninuk malas dengan ikut bersamanya karena si Agung terkenal cowok playboy yang suka mainin para cewek-cewek.

Akan tetapi melihat dari situasi yang sekarang ini, mnagpaling tepat adalah numpangmobilnya Agung. Namun Agung malah berucap

”Aduuh sori banget ya Nuk, aku harus segera pergi untuk menjemput mama aku di Mall”

“Tolong lah Gung, naterin aku dong, ntar aku traktir dah,,,?? “Rayuan Si Ninuk.

Terlihat raut wajah Agung yang terlihat mesum itu ,sambil nyengir memandangiku.

“aduhh.. kalo ada imbalanya sih gak papa aku pertimbangin lagi”

“oke deh , Ninuk bayar . yang penting bisa pergi dari halte ini“ucap Ninuk

”Hehe Siap” kata Agung

sambil membuka pintu untuk Ninuk.

Kemudian Ninuk masuk ke dalam mobil Agung, dan di selingi dengan pandangan sebel para cowok-cowok di halte.

Kemudian Ang dengan mengendarai mobilnya melaju ke arah kota yang di tuju.

”Woooouuw…Buset dah kamu Nuk, sexy amat malam ini”. Ucap Agung

”Emang aku sengaja pake kemeja seperti ini, karena hari ini ada ujian lisannya si Botak dosen killer, Manajemen Akuntansi.

Biar dosen botak itu kagak konsen, dan bias kasih nilai ke aku ,nilai yang bagus deh//heheheh….”.

”Hmmm …gila juga kamu , aku biarin bentar lagi, kamu mungkin udh jadi rebutan sama tu abang-abang di halte haha” balas Agung.

“Sial, enak aja kamu ngomong Gung” maki Ninuk .

Sambil mengerling ke Ninuk , Agung berucap

“Nuk , bayaran tumpangan ini, bayar sekarang aja ya”.

”Eh, tapi aku bawa duit cuma dikit Gung. Kapan2 deh aku bayarin bensinmu” balas Ninuk.

“Sapa yang minta di bayarin bensin, Nuk” jawab Agung.

“Trus maunya apa? Traktir makan” tanya Ninuk bingung.

“Ga. Ga perlu keluar duit kok. Tenang aja” ucap Agung misterius.

Semakin bingung si Ninuk. Sambil menggerak-gerakan tangan kirinya si Agung berkata

”Cukup dipuasin tangan kiri saya ini dengan megangin payudaramu. Birahi banget aku liatnya”.

Raut muka mesum Agung menghiasi wajahnya. Seperti disambar petir Ninuk kaget dan berteriak

”BANGSAT kamu Gung. ….kamu kira aku cewek apaan Gung!!

Pandangan tajam Ninuk pada wajah Agung yang tetap cengar-cengir. “

Yah terserah kamu.

Cuma satu atau dua remasan aja kok. Apa kamu mau aku turunin disini” kata Agung.

Pada saat itu mereka telah sampai di daerah yang gelap dan banyak pos pos gelandangan.

Ninuk jelas ogah.

“Bisa makin runyam kalo aku turun disini. Bisa2 aku di perkosa”

Ninuk bergidik sambil melihat sekitarnya.

”Ya biarlah si Agung bisa seneng-seneng bentar nggranyangi payudara ku. Itung-itung amal, Kampret juga si Agung ini”.

Akhirnya Ninuk ngomong

Penumpang Cewek Terpanas dan Binal

”Ya udah, cuma pegang susu aku aja kan. Jangan lama-lama” Ninuk ucap judes.

”Ga kok Nuk,

cuma sampe kos mu aja” kata Agung penuh wajah mesum.

”Sialan, itu sih bisa setengah jam sendiri. Ya udahlah, biar cepet beres nih urusan sialan” pikir Ninuk.

 Tangan kiri Agung langsung terjulur meraih payudara Ninuk sebelah kanan bagian atas yang menonjol dari balik kemejanya. Ninuk merasakan jari-jari kasar Agung dikulit payudaranya mulai membelai-belai pelan.

Darah Ninuk agak berdesir ketika merasakan belaian itu mulai disertai remasan-remasan lembut pada payudara kanan bagian atasnya.

Sambil tetap menyetir, Agung sesekali melirik ke sebelah menikmati muka Ninuk yang menegang karena sebal payudaranya diremas-remas.

Agung sengaja jalanin mobil agak pelan, sementara Ninuk tidak sadar kalau laju mobil tidak secepat sebelumnya, karena konsen ke tangan Agung yang mulai meremas-remas aktif secara bergiliran kedua bongkahan payudaranya.

Nafas Ninuk mulai agak memburu, tapi Ninuk masih bisa mengontrol pengaruh remasan- remasan payudaranya pada nafsunya.

”Enak aja kalo aku sampe terangsang gara-gara ini” pikir Ninuk.

Tapi Agung lebih jago lagi, tiba-tiba jari-jarinya menyelusup kedalam baju kemeja Ninuk, bahkan langsung masuk kedalam BH-nya yg satu ukuran lebih kecil.

Payudara Ninuk yang sebelah kanan terasa begitu penuh di telapak tangan Agung yang sebenarnya lebar juga.

”Ahh…!”

Ninuk terpekik kaget karena atraksi Agung.

”Hehe buset payudara kamu Nuk, gede banget. Kenyal lagi. Enak banget ngeremesinnya. Tangan aku aja gak muat neh hehe” ujar Agung penuh nafsu.

Agung melanjutkan gerakannya dengan menarik tangan kirinya beserta payudara Ninuk keluar dari BH-nya. Payudara sebelah kanan Ninuk kini nongol keluar dari wadahnya dan terlontar full.

”Wuah..buset gedenya.”

“Pentilnya juga gede neh. Sering diisep ya Nuk” kata Agung vulgar.

”Bangsat kamu Gung. Kok sampe gini segala” protes Ninuk berusaha mengembalikan payudaranya kedalam BH-nya.

Tangan Ninuk langsung ditahan oleh Agung

”Eh, inget janji kamu. Aku boleh ngremesin payudara kamu. Mau didalam BH kek, di luar kek, terserah saya”.

Sambil cemberut Ninuk menurunkan tangannya. Penuh kemenangan, Agung kembali menggarap payudara Ninuk yang kini keluar semuanya. Remasan-remasan lembut di pangkal payudara, dilanjutkan dengan belaian memutar disekitar puting, membuat Ninuk semakin kehilangan kendali. Nafasnya mulai memburu lagi.

Apalagi Agung mulai memelintir-melintir puting Ninuk yang besar dan berwarna coklat.

Gerakan memilin-milin puting oleh jari-jari Agung yang kasar memberikan sensasi geli dan nikmat yang mulai menjalari payudara Ninuk.

Perasaan nikmat itu mulai muncul juga disekitar selangkangan. Perasaan geli dan getaran- getara nikmat mulai menjalar dari bawah puser menuju ujung selangkangan Ninuk. ”Ngehek nih cowok.

Puting ku itu tempat paling sensitif aku.

Harus bisa nahan!” membatin si Ninuk.

Tapi puting Ninuk yang mulai menegang dan membesar tidak bisa menipu Agung yang berpengalaman. ”Hehe mulai horny juga nih cewek. Rasain kamu” pikir Agung kesenangan.

Karena berusaha menahan gairah yang semakin memuncak, Ninuk tidak sadar kalau Agung sudah mengeluarkan kedua bongkah payudaranya.

Tangan kiri Agung semakin ganas meremas-remas payudara dan memilin-milih kedua puting Ninuk. Ucapan- ucapan mesum pun mulai mengalir dari Agung

“Nikmatin aja Nuk, remasan- remasan dari aku. Puting kamu aja udh mulai ngaceng tuh.

“Ga usah ditahan birahi mu, biarin aja mengalir. Memekmu pasti udah mulai basah sekarang”.

Ucap Agung. Ninuk sebal mendengar ucapan-ucapan vulgar Agung, tapi pada saat yang sama ucapan-ucapan tersebut seperti menghipnotis Ninuk untuk mengikuti libidonya yang semakin memuncak.

Ninuk juga mulai merasakan bahwa celana dalamnya mulai lembab.

“Sial..memek aku mulai gatel. Aku biarin keluar dulu kali, biar aku bisa jadi agak tenangan. Jadi habis itu, aku bisa nanganin birahi aku walaupun si Agung masih ngremesin payudara saya” pikir Ninuk yang mulai susah menahan birahinya.

 Berpikir seperti itu, Ninuk melonggarkan pertahanannya, membiarkan rasa gatal yang mulai menjalari memeknya menguat.

Efeknya langsung terasa. Semakin Agung mengobok-ngobok payudaranya, rasa gatal di memek Ninuk semakin memuncak.

“BUSETT…. Cuma diremes-remes payudara aku, aku udah mo keluar”.

Ninuk menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah, ketika kenikmatan semakin menggila di bibir memeknya. Agung yang sudah memperhatikan dari tadi bahwa Ninuk terbawa oleh birahinya, semakin semangat menggarap payudara Ninuk.

Ketika melihat urat leher Ninuk menegang tanda menahan rasa yang akan meledak di bawahnya, jari telunjuk dan jempol Agung menjepit kedua puting Ninuk dan menarik agak keras kedepan. Rasa sakit mendadak di putingnya, membawa efek besar pada rasa gatal yang memuncak di memek Ninuk. Kedua tangan Ninuk meremas jok kuat-kuat, dan keluar lenguhan tertahan Ninuk

“Hmmmffhhhhhhh….”.

Pada saat itu, memek Ninuk langsung banjir oleh cairan pejuhnya. Pantat Ninuk mengangkat dan tergoyang-goyang tidak kuat menahan arus orgasmenya.

 “Oh..oh..hmmffhh”


Ninuk masih berusaha menahan agar suaranya tidak keluar semua, tapi sia-sia saja. Karena Agung sudah melihat bagaimana Ninuk orgasme, keenakan karena payudaranya dipermainkan.

“Hahaha dasar lonte kamu Nuk. Sok ga suka. Tapi keluarnya sampe kelonjotan gitu” Ngakak Agung penuh kemenangan. Nafas Ninuk masih tidak beraturan, dan agak terbungkuk-bungkuk karena nikmatnya gelombang orgasme barusan.

“Sialan kamu Gung” maki Ninuk perlahan.”

“Kamu boleh seneng sekarang. Tapi berikut ga bakalan aku keluar lagi. Aku udah ga horny lagi”

tambah Ninuk yang berpikir setelah dipuasin sekali maka libidonya akan turun. Tapi, ternyata inilah kesalahan terbesarnya.


Beberapa saat setelah memeknya merasakan orgasme sekali, sekarang malah semakin berkedut-kedut, makin gatal rasanya ingin digesek-gesek. 

”Lho, kok memek aku makin gatel. Berkedut-kedut lagi. Aduuuh..aku pengen memek aku di kocokin sekaraangg..!!”

“Siaall..” sesal Ninuk dalam hati. Agung seperti tahu apa yang berkecamuk dalam diri (dan memek) Ninuk. Walaupun Ninuk bilang dia tidak horny lagi, tapi nafasnya yang memburu dan putingnya yang semakin ngaceng mengatakan lain.

Agung menghentikan mobilnya mendadak di pinggir jalan bersemak yang memang sangat sepi, dan tangannya langsung bergerak ke setelan kursi Ninuk. Tangan satunya langsung menekan kursi Ninuk agar tertidur.

Ninuk yang masih memakai seatbealt, langsung ikut terlentang bersama kursi.

”Haaaa… EEHHH…APA-APAAN kamu Gung??” Teriak Ninuk.

Tidak peduli teriakan Ninuk, tangan kiri Agung langsung meremas payudara Ninuk lagi, sedang tangan kanannya langsung meremas memek Ninuk.

”OOUUHHHH……….!!”

lenguh Ninuk keras, karena tidak menyangka memeknya yang semakin gatel dan berkedut-kedut keras akan langsung merasakan gesekan, bahkan remasan.

Akibatnya, Ninuk langsung orgasme untuk kedua kalinya. Agung tidak tinggal diam, ketika badan Ninuk masih mengejang- ngejang, jari-jarinya menggesek-gesek permukaan celana dalam Ninuk kuat-kuat. Akibatnya, gelombang orgasme Ninuk terjadi terus-menerus.

”Oouuuhh…Aghhhh…Ouhhhhhhhh hh Ethaannnnn…!!

Teriak Ninuk makin keras karena kenikmatan mendadak yang menyerang seluruh selangkangan dan tubuhnya. Kedua tangan Ninuk semakin kuat meremas jok mobilnya, mata memejam erat dan urat- urat leher menonjol akibat kenikmatan yang melandanya.

Ketika gelombang orgasme mulai berlalu, Ninuk mulai membuka matanya dan mengatur pernafasannya. Rasanya jengah banget karena keluar begitu hebatnya di depan si Agung. ”

Aseem, kenapa aku keluar sampe kaya gitu sih. Bikin malu aja. Tapi, emang enak banget. Udah semingguan aku ga ngeseks” batin Ninuk.

Saat Ninuk masih enjoy rasa nikmat yang masih tersisa, Agung sudah bergerak di atas Ninuk, mengangkat baju kemeja Ninuk serta menurunkan BH-nya kekecilan sehingga payudara Ninuk yang bulat besar terpampang jelas di depan hidung Agung. Tersenyum puas dan nafsu banget Agung berucap

”Gilaa..payudara kamu Nuk, Gede banget, mengkal lagi. Harus aku puas-puasin ngenyotinnya ni malem”.

Agung langsung menyergap kedua payudara Ninuk yang putingnya masih mengacung tegak. Mulutnya mengenyot payudara yang sebelah kanan, sambil tangan kanannya meremas-remas & memilin-milin puting yang sebelah kiri.

Diisap-isap, lidah Agung juga lincah menjilat-jilat dan memainkan kedua puting Ninuk. Gigitan-gigitan kecil dipadu remasan-remasan gemas jemari Agung, membuat Ninuk terpekik 

”Ehhgghh ahh.. ahh.. Aguuung.. katanya.. Katanya cuma pegang-pegang..kok.. kok sekarangg.. loh ngeyotin toked aku

Aahh…ahh..ahh..” kata Ninuk

sambil tersengal-sengal nahan birahi yang naik lagi akibat rangsangan intensif di kedua payudaranya. Agung sudah tidak ambil pusing

”Hajar bleeeeeh…..

Kapan lagi aku bisa nikmatin payudara kaya gini bagusnya”.
Sekarang kedua tangan Agung menekan kedua payudara Ninuk ketengah, sehingga kedua putingnya saling mendekat. Kedua puting Ninuk langsung dikenyot, dihisap & dimainin oleh lidah Agung.

Sensasinya luar biasa, Ninuk semakin terhanyut oleh birahinya.

Desahan pelan tertahan mulai keluar dari bibir ranum Ninuk. Lidah Agung mulai turun menyusuri perut Ninuk yang putih rata, berputar-putar sejenak di pusernya. Tangan kanan Agung aktif membelai-belai dan meremas paha bagian dalam Ninuk.

”Aah..ah.. emhh.. emh..Gung kamu ngapahin sihh..” keluh Ninuk tak jelas.

Dengan sigap Agung menyingkap rok mini Ninuk tinggi-tinggi.

Memperlihatkan CD Ninuk berwarna merah. Agak transparan, dibantu cahaya lampu jalan samar-samar memperlihatkan isinya yang menggembung montok. Jembut Ninuk yang tipis terlihat hanya diatas saja, dengan alur jembut ke arah pusernya.

 ”Buseett..sexxyy bangett.. bikin Peli aku hampir gak ketahan. ”Syukur Agung dalam hati.

Tanpa A..I..U..E..O..lagi jari-jari Agung langsung menekan belahan memel Ninuk, dan Agung langsung mengetahui betapa horny-nya Ninuk

”Wah Nuk, memek mu udah becek banget neh. CD kamu aja ampe njeplak gini hehe”.

Ninuk cuma bisa menggeleng-geleng lemah, sambil tetap menggigit bibir bawahnya, karena jemari Agung menenekan dan menggesek-gesek memeknya dari atas CD.


”Gungg..lepasin tangan mu doong….emh..emh..”

keluh Ninuk perlahan, tapi matanya memejam dan gelengannya semakin cepat. 

”Wah, harus cepat aku beri teknik lidah aku neh, biar si Ninuk makin horni hehe” pikir Agung napsu.


Cepat Agung ambil posisi di depan selangkangan Ninuk yang terbuka. Kursi Ninuk dimundurkan agar beri ruang cukup untuk manuver barunya. Paha Ninuk dibuka semakin lebar, dan Ninuk nurut saja. Jemari Agung meraup panty mungil Ninuk, dan membajaknya.

Jadi bentuk seperti seutas tali sehingga masuk kedalam belahan memek Ninuk. Agung mulai menggesek-gesekkan panty Ninuk ke belahan mememknya dengan gerakan naik turun dan kiri kanan yang semakin cepat.

”UHH…Aah.. aahh… ehmm..ehhmm.. uuh.. ahh…” desah Ninuk keenakan,

karena gesekan panty tersebut menggesek-gesek bibir dalam memeknya sekaligus clitorisnya. Agung juga semakin horny melihat memek Ninuk yang terpampang jelas.

Dua gundukan tembem seperti kue apem, mulus tanpa ada jembut di sekelilingnya, cuma ada dibagian atasnya saja.


”Nuk, memek kamu ternyata mantap dan montok banget. Pasti enak kalo aku makan neh. Apalagi sampe aku genjot nanti hehe” ujar Agung penuh nafsu.

Panty Ninuk dipinggirkan sehingga lidah Agung dengan mudah mulai menjilati bibir memek Ninuk. Tapi sebentar saja Agung tidak betah dengan panty yang mengesek pipinya. Langsung diangkatnya pantat Ninuk, dan dipelorotkan panty-nya.

Kini antara Agung dan memek Ninuk yang tembem dan mulus, sudah tidak ada penghalang apa-apa lagi. Agung langsung menyosorkan mulutnya untuk mulai melumat kue apem montok itu.

Tapi, Ninuk yang tiba-tiba memperoleh kesadarannya, karena ada jeda sesaat ketika Agung melepaskan pantynya, berusaha menahan kepala Agung dengan kedua tanggannya.

”Gila kamu gung, mau ngapain kamu ?? Jangan kurang ajar ya. Bukan begini perjanjian kita!” ujar Ninuk agak keras.

Tapi kedua tangan Ninuk dengan mudah disingkirkan oleh tangan kiri Agung, dan tanpa dapat dicegah lagi mulut Agung langsung mencipok memek Ninuk.

Agung melumatnya dengan gemas, sambil sekali lidah menyapu-nyapu clitoris dan di tusuk-tusuk kedalam memek.

Bunyi kecipakan ludah dan pejuh Ninuk terdengar jelas. Rangsangan Ninuk yang sempat turun, langsung naik lagi ke voltase tinggi. Kepala Ninuk mengangkat dan dari bibirnya yang sexy keluar lenguhan agak keras.

”Ouuuffhhh….eeahh…ah. .ah …”

“Kamu apain memek aku Gung..??” erang Ninuk nyaris setengah sadar.

Rasa gatal yang hebat menyeruak dari sekitar selangkangannya menuju bibir-bibir memeknya. Rasa gatal itu mendapatkan pemuasannya dari lumatan bibir, jilatan lidah dan gigitan kecil Agung.

Tapi, semakin Agung beringas mengobok-obok memek Ninuk dengan mulut, dibantu dengan ketiga jarinya yang mengocok lubang memek Ninuk, rasa gatal nikmat itu malah semakin hebat.

Ninuk sudah tidak dapat membendung konaknya sehingga desahan dan erangannya sudah berubah menjadi lenguhan.


” OUUHHHHG….. HMMPPHH… ARRGGHH.. HAHHH.. OUHHH..”.


Kepala Ninuk menggeleng ke kiri dan kanan dengan hebatnya. Kedua tangannya menekan kepala Agung semakin dalam ke selangkangannya.

Penumpang Cewek Terpanas dan Binal

Pantatnya naik turun tidak kuat menahan rangsangan yang langsung menyentuh titik tersensitif Ninuk. Rasa jaimnya sudah hilang sama sekali. Yang ada hanya kebutuhan untuk dipuaskan.

”Agungg…IHHHHH… HOUUUHHH.. ENAAKK…. Gung…AHHH”

Ninuk semakin keenakan.

Agung yang sedang mengobok-obok memek Ninuk semakin semangat karena memek Ninuk sudah betul-betul banjir. Pejuh dan cairan pelumas Ninuk membanjir di mulut dan jok mobil Agung. Jempol kiri Agung menggesek- gesek clitoris Ninuk, sedang jari-jari Agung mengocok-ngocok lubang memek dan G-spot Ninuk dengan cepat. ”

Heh, ternyata kamu bispak juga ya Nuk. Mulut kamu bilang nggak-nggak terus. Tapi memek mu banjir kaya gini, Becek banget” kata Agung.

Dengan semangat sambil tetap ngocok memek Ninuk. Dalam beberapa kocokan saja Ninuk sudah mulai merasakan bahwa gelombang orgasme sudah diujung memeknya.

Ketika Agung melihat mata Ninuk yang mulai merem melek, otot-otot tangan mulai mengejang sambil meremas jok mobil kuat-kuat dan pantat Ninuk yang mulai mengangkat, Agung tau bahwa Ninuk akan sampai klimaksnya.

Langsung saja Agung menghentikan seluruh aktivitasnya di wilayah selangkangan Ninuk. Ninuk jelas saja langsung blingsatan.

 ” Ah..ah napa berhentii…”

sambil tangannya mencoba mengocok memeknya sendiri. Agung dengan tanggap menangkap tangan Ninuk, dan berujar

”Kamu mau dituntasin?”ujar Agung

Ninuk merajuk ”iyaach.. Gung.. aku udah konak banggett nih. Pleasee.. kocokin lagi aku ya”.

“Kalo gitu kamu nungging sekarang” kata Agung

sambil menidurkan kursi sopir agar lebih luas lagi dan ada pijakan buat Ninuk nungging.

“KeNapa harus nungging gung” Ninuk masih merajuk dan tangannya masih berusaha untuk menjamah memeknya sendiri.

“Ayo, jangan bantah lagi” kata Agung sambil mengangkat pantat Ninuk agar segera menungging. Ninuk dengan patuh menaruh kedua tangannya di jok belakang, dengan kedua lutut berada di jok depan yang sudah ditidurkan.

Posisi yang sangat merangsang Agung, demi melihat bongkahan pantat yang bulat, dan memek tembem yang nongol mesum di bawahnya. Cepat Agung melepas sabuk dan celana panjangnya, lalu meloloskan celana dalamnya.

Langsung saja penis kecoklatan berurat sepanjang 17cm dan berdiameter 4.5cm itu melompat tegak mengacung, mengangguk-ngangguk siap untuk bertempur.

Ninuk yang mendengar suara- suara melepas celana di belakangnya, menengok dan langsung kaget melihat penis Agung sudah teracung dengan gagahnya.

”GILAA, gede juga tu penis, hampir sama dg punya Romi” pikir Ninuk reflek.

”Eh, kamu mau ngentotin aku Gung…..

Enak aja….!”

teriak Ninuk dan mencoba untuk membalik badan. Tapi Agung lebih cepat lagi langsung menindih punggung Ninuk, sehingga Ninuk harus bergeletak lagi dengan kedua sikunya ke jok belakang. Agung menggerakkan maju mundur pantatnya sehingga penisnya yang ngaceng, menggesek-gesek bibir memek Ninuk.

”Sshh…gung…mmhh.. jangan macem- macem kamu ya!”

ujar Ninuk masih berupaya galak, tidak mau dingentotin oleh Agung. Kedua tangan Agung meraih kedua payudara besar Ninuk yang menggantung dan meremas-remasnya dengan ganas. Sambil menciumi dan menggigit tengkuk Ninuk,

Agung berkata :

”Udah deh, kamu ga usah sok ga doyan penis gitu. Kan kamu yang mau dituntasin. Ini aku tuntasin sekalian dengan penis aku.

Lebih mantep timbang cuma jari & lidah hehe”.

Remasan & pilinan di kedua toket dan serbuan di tengkuk dan telinga membuat gairah Ninuk mulai naik lagi. Nafas Ninuk mulai memburu.

Tapi Ninuk masih mencoba untuk bertahan. Namun, gesekan penis yang makin intim di bibir memek Ninuk, betul-betul membuat pertahanan Ninuk makin goyah. Kepalanya mulai terasa ringan, dan rasa gatal kembali menyerang memeknya dengan hebat.

”Hmffh…shh…awas kamu gung kalo sampe hhemm.. sampe berani masukin penis kamu, kamu bakal aku..”

“HHhmff..aku….OUUHHHHH” omongan Ninuk terputus lenguhannya, karena tiba-tiba Agung mengarahkan kepala penisnya nya ke lubang memek Ninuk yang sudah basah kuyup dan langsung mendorongnya masuk, hingga kepala penis Agung yang besar kaya jamur merang amblas dalam memek tembem Ninuk, sehingga ada pejuh Ninuk yang muncrat keluar.

”Hah..hah…shhh…brengs ek kamu gung. penis kau…penis kau…itu mo masuk ke memek aku…”

erang Ninuk kebingungan, antara gengsi dan birahi. Agung diam saja, tapi memajukan lagi pantatnya sehingga tongkolnya yang besar masuk sekitar 2 cm lagi, tapi kemudian ditarik perlahan keluar lagi sambil membawa cairan pelumas memek Ninuk.

Sekarang pantat Agung maju mundur perlahan, mengocok memek Ninuk tapi tidak dalam-dalam, hanya dengan kepala kontolnya aja. Tapi, hal ini malah membuat Ninuk blingsatan, keenakan.

 ”HMMMHH….HEEMMFFHH…SS HH AAHH…

Agung penis kau… penis kau… ngocokin memek aku….hhmmmff”.

Rasa gatal yang mengumpul di memek Ninuk, serasa digaruk- garuk dengan enaknya. Ninuk yang semula tidak mau di kentot, jadi kepengen dikocok terus oleh penis Agung. Kata Agung

”Jadi mau kamu gimana? Aku stop neh”.

Agung langsung mencabut penisnya, dan hanya menggesek-gesekkan di bibir memek Ninuk.

”Eithhhhh…pleasee.. kentot aku. Masukin penis kamu ke memek aku. Aku udah ga tahan gatelnya..aku pengen dikenttooott!!!” rengek Ninuk.

Sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya,berusaha memundurkan pantatnya agar penis Agung yang dibibir memeknya bisa masuk lagi.

”Hahahaha sudah aku duga, kamu emang ngeseks Nuk. Dari tampang & body elo aja aku tau, kalo kamu itu haus kontol” tawa Agung penuh kemenangan.

”Ayo buka paha lebih lebar lagi” perintah Agung.

Ninuk langsung menurutinya, membuka pahanya lebih lebar sehingga memeknya makin terpampang. Agung tanpa bertele -tele langsung menusukkan penisnya kuat-kuat ke memek Ninuk. Dan…

”BLESHH…JLUUUUUUUB……”

Seluruh kontol kecoklatan itu ditelan oleh memek montok Ninuk. Air pejuh Ninuk terciprat keluar akibat tekanan tiba-tiba benda tumpul besar.

”AUUGGHHHH…………!!! ”

pekik Ninuk yang kaget dan kesakitan. ”Hehehe gimana rasa penis aku Nuk” kekeh Agung yang sedang menikmati hangat dan basahnya memek Ninuk.

Ninuk masih kaget dan agak tersengal-sengal berusaha menyesuaikan diri dengan benda besar yang sekarang menyesaki liang memeknya. ”Buseet..tebel banget nih penis, memek aku penuh banget, keganjel. Mo buka paha lebih lebar lagi udah ga bisa..

Mmhhmff” erang Ninuk dalam hati.

Karena Ninuk diam saja, hanya nafasnya saja yang terdengar memburu. Agung mulai menarik keluar penisnya sampai setengahnya, kemudian mendorongnya masuk lagi.

Demikian terus menerus dengan ritme yang tepat.

”Hehh..heh…mmm kenyal banget memek kamu Nuk..”

desah Agung keenakan ngentotin memek Ninuk yang peret tapi basah itu. Hanya butuh tiga kocokan, Ninuk mulai didera rasa konak dan kenikmatan yang luar biasa. Menjalari seluruh tangan, pundak, payudaranya, sampai selangkangan dan seluruh memeknya.

Rasa gatal yang sangat digemari oleh Ninuk seperti mengumpul dan menjadi berkali lipat gatalnya di memek Ninuk. Ninuk sudah tidak mendesah lagi, tapi melenguh dengan hebat. Hilang sudah gengsi, tinggal rasa konak yang dahsyat.

 ”UUHHHHH…..YESSS…..UHHH……OUUHHGG GG… ENNAAKKNYAA…”.

”OH…....memek AKU…memek aku..”

Ninuk terbata-bata disela lenguhannya yang memenuhi mobil..

”memek AKU..GATELLL BANGETT….genjotin aku Gung… ARGGHH…”

Lenguhan Ninuk semakin keras dan omongan vulgar keluar semua dari bibir sexy-nya. Kepalan tangan Ninuk menggegam keras, kepalanya menggeleng semakin cepat, pinggulnya bergerak heboh berusaha menikmati seluruh penis Agung.

Agung pun terbawa nafsunya yang sudah diubun-ubun. Tangannya meremas-remas payudara Ninuk tanpa henti dengan kasarnya, dan Agung sudah tidak menciumi pundak & tengkuk Ninuk, melainkan menggigitnya meninggalkan bekas-bekas merah.

Pantatnya bergerak maju mundur dengan ritme yang berantakan, cepat lalu perlahan, kemudian cepat lagi, membuat penis Agung mengocok memek Ninuk seperti mesin bor. Bunyi pejuh Ninuk yang semakin membanjir menambah nafsu mereka berdua semakin menggila.

“SLEPP..SLEPP..SLEPP..PLAK..PLA K…PLOOOK …..PLOKKK…..”

Terdengar suara penis yang keluar masuk memek dan benturan pantat Ninuk dengan pangkal penis Agung terdengar di sela-sela lenguhan Ninuk & Agung.

Tak sampai 15 menit Ninuk merasakan aliran darah seluruh tubuhnya mengalir ke memeknya. Rasa gatal sepertinya meruncing dan semakin memuncak di tempat-tempat yang dikocok oleh kontol Agung.

”AKU KELUAARRRR Gung… OUUUHHHHHHHHH….A HHHHHHH…” teriak Ninuk.

Melampiaskan rasa nikmat yang tiba- tiba meledak dari memeknya. Agung merasakan semburan hangat pada kontolnya dari dalam memek Ninuk.

Karena Agung tetap mengocokkan penisnya, bahkan lebih cepat ketika Ninuk mencapai klimaksnya, Ninuk bukan saja dilanda satu orgasme, melainkan beberapa orgasme sekaligus bertubi-tubi.

”OAHHH…OHHH….UUUHH..KOK..K OK.. KLUAR TERUSSS NIIIHHH…” erang Ninuk.

Dalam klimaksnya yang berkali-kali sekaligus, Hal ini membuat Ninuk berada dalam kondisi gak terkontrol dalam 30 detik lamanya. Badan Ninuk berkelonjotan, air pejuhnya muncrat keluar dari dalam memeknya.

”Gilaa..enak bener Gung… aku sampe keluar berkali-kali”

ujar Ninuk agak bergetar karena Agung masih dengan nafsunya memompa memek Ninuk.

”Hehehe demen banget liat kamu keluar kaya gitu Nuk”.

Betul-betul nafsuin, Tapi ini baru setengah jalan. Aku bikin kamu lebih kelonjotan lagi. Aku kentotin kamu sampai pejuh lamu keluar semua” kata Agung.

Ninuk hanya bisa merutuk dalam hati, karena memang dia merasa keenakan dientot Agung dengan cara sekasar itu. Kemudian Agung membalik tubuh Ninuk agar terlentang dan bersandar di jok belakang. Kedua kaki Ninuk diangkat dan mengangkang lebar sehingga Agung bisa dengan jelas melihat memek Ninuk yang gemesin itu berleleran dengan pejuh Ninuk.

”Gung, udahan dulu ya. Aku lemes banget”

Ninuk terengah-engah minta rehat sebentar. Tapi bukan Agung namanya kalo nurutin kemauan si cewek. Bagi Agung, si cewek harus digenjot terus sampai betul-betul lemes, baru disitu si cewek dapat klimaksnya yang paling hebat. Tidak pedulian rengekan Ninuk, Agung langsung mengarahkan penisnya ke memek Ninuk yang menganga, dan langsung

“BLEESHH..!!

Dengan mudahnya memek Ninuk menelan penis Agung.

”Hmmffpp..sshiitt..”

 Ninuk cuma bisa mengumpat perlahan karena tiba-tiba saja (lagi) penis Agung sudah amblas kedalam memeknya. Agung langsung menggenjot Ninuk dengan kecepatan tinggi.

“SLLEPP…SLEEPP… SLLEPPP…SLEPP…. JLUUUBBB ….JLUUUB……”

Penis Agung keluar masuk memek Ninuk dengan cepat. Ninuk yang sudah lemes dan kehabisan energy, tiba-tiba mulai merasakan sensasi horny lagi.

”Oh shit..aku kok horny lagi. Lagi-lagi memek aku minta digaruk shhhh..” mengumpat Ninuk dalam hati. Agung yang kini berhadapan dengan Ninuk, bisa melihat perubahan mimik muka Ninuk yang dari lemes dan ogah- ogahan, menjadi mimik orang keenakan dan horny abis.

”Hehehe aku kata juga apa. Kamu memang harus dikentot terus, dasar memek ngeseks” ujar Agung sambil terus memompa memek Ninuk.

Kedua tangan Agung kini meremas di payudara Ninuk, dan meremasnya seperti meremas adonan roti.

”AAHH…AHH… AHH..EEMMPPHH… .EKKHH….” erang Ninuk.

 Yang merem melek keenakan dientot. Kali ini tidak sampai 5 menit, seluruh otot tubuh Ninuk sudah mengejang. Kedua tangan Ninuk memeluk dan mencakar punggung Agung kuat-kuat. Lenguhan yang keluar dari mulut Ninuk semakin keras.

 ”HOUUUHH….HOOOHH….UUUGGHHH …

ENNAAKKKKK..TERUSSS Gung….

GENJOTTT TERUSS….

AKU AMPIIRR NEEHHH……..”.

”Woe, genggeek, kamu udah mo keluar lagi?

Tunggu aku napa”sahut Agung

tapi tetapi malah mempercepat genjotannya. Tanpa dapat dihalangi lagi, memek Ninuk kembali berkedut-kedut keras dan meremas-remas penis Agung yang berada didalamnya. Diiringi pekikan keras, Ninuk mencapai klimaksnya yang kesekian.

 ”AARRRRGGGHHHHHHHHHHHHH……….. ………AKU KLUUAARRR ……..”.

Penumpang Cewek Terpanas dan Binal

 Ninuk merasakan gelombang kenikmatan yang luar biasa itu lagi, dan seluruh tulangnya serasa copooot dari persendian.

”Hhhh…..enak bangetttttt. Lemes banget aku” membatin si Ninuk.

Melihat Ninuk yang sudah keluar lagi, kali si Agung agak kesal karena dia sebenernya juga sudah hampir keluar. Tapi kalo si cewek sudah nggak binal lagi, si Agung merasa kurang puas.

”Sialan, kamu Nuk. Main keluar aja kamu. Kalo gitu aku entot diluar aja kamu. Di sini sempit banget”. Maka Agung langsung membuka pintu mobil, keluar dan menarik Ninuk keluar.

”Eh..eh.. apa-apaan ni Gung. Aku mo dibawa kemana?” tanya Ninuk lemes. “Kaki aku lemes banget Gung, susah banget berdiri” ucap Ninuk.

Agung langsung bopong Ninuk keluar dari mobil. Langsung dibawa kedepan mobil. Lantas badan Ninuk ditenkurapkan di kap depan mobilnya. Posisinya betul-betul merangsang.

Pinggang ke atas tengkuran di kap mobil, dengan kedua tangan terpentang. Kedua kaki Ninuk yang lemes menjejak tanah, dibuka lebar- lebar pahanya oleh Agung. Ninuk jengah sekali karena kini dia bugil di tempat terbuka. Siapa saja bisa melihat mereka.

”Gung , balik dalam lagi aja yuk” ujar Ninuk sambil berupaya berdiri.

Tapi dengan kuatnya tangan Agung menahan punggung Ninuk agar tetap tengkurap di kap mobil, sehinggu pantatnya tetap nungging.

”Kan aku udah bilang, aku bakal kentotin lo sampai habis pejuh kamu Nuk” ujar Agung.

Yang nafsunya makin berkobar melihat posisi Ninuk. Hawa dingin malam malah membuat Agung merasa energinya kembali lagi.

Kedua tangan Agung meremas bongkahan semok pantat Ninuk, dan membukanya sehingga memek Ninuk yang masih berleleran pejuh ikut membuka. Agung langsung melesakkan penisnya dalam-dalam ke memek Ninuk.

”AHHHH…” pekik Ninuk tertahan. Kali ini Agung betul-betul seperti kesurupan. Tidak ada gigi 1, atau 2, bahkan 3. Langsung ke gigi 4 dan 5.

Genjotan maju mundurnya dilakukannya sangat cepat, dan ketika menusukkan kontolnya dilakukan dengan penuh tenaga.

PLAK PLAK PLOOK…PLOK….PLAK PLAK PLAK..

bunyi pantat Ninuk yang beradu

dengan badan Agung semakin keras terdengar.

”GILAA…ENAKKK BANGET NIH memekKK…..”

Agung mengerang keenakan.

Tangannya mencengkram pantat Ninuk kuat- kuat, dan kepala Agung mendongak ke atas, keenakan. Ninuk yang mula-mula kesakitan, mulai terangsang lagi. Entah karena kocokan Agung atau karena sensasi ngentot di tempat terbuka seperti ini.

Perasaan seperti dilihat orang, membuat memek Ninuk berkedut- kedut dan gatel lagi. Maka lenguhannya pun kembali terdengar.

”OUUHHH….HHHMMFFPPPPP….OHH H..UOOHH…ENAK..ENAK..ENAAKKK ….” Ninuk meceracau.

Mendengar lenguhan Ninuk, Agung tambah nafsu lagi

”Ooo.. kamu demen ya dikentot kasar gini ya Nuk..Aku tambahin lagi kalo gitu” kata Agung dengan nafas memburu.

Jari-jari Agung tetap mencengkram bongkahan montok pantat Ninuk, tapi bedanya kedua jari jempolnya dilesakkan kedalam lubang pantatnya.

Dan digerakkan berputar- putar didalamnya. Lubang pantat Ninuk adalah juga merupakan titik sensitif bagi Ninuk, sehingga mendatangkan sensasi baru lagi. Apalagi 2 jari jempol yang langsung mengobok-oboknya. Ninuk makin blingsatan dan makin heboh lenguhannya.

”GILAA LO Gung…UUHHHHHH.. UHH..UHH.. OUUUUUUHHHHHHH…..!

Ninuk sudah tidak bisa berkata-kata lagi, cuma lenguhan yang kluar dari bibirnya. Agung tidak sadar bahwa setelah hampir 15 menit mengocok Ninuk dari belakang, Ninuk sudah dua kali keluar dan muncrat lagi. Ninuk yang sudah agak lewat sensasi orgasmenya, mulai menyadari bahwa gerakan Agung mulai tidak terkontrol dan kontolnya yang semakin membesar.

”Oh…sialan, Agung sepertinya mau keluar. Pasti dia pengen nyemprot dalam memek aku. Harus aku cegah” pikir Ninuk panik. Tapi, pikiran tinggal pikiran. Badan Ninuk tidak mau diajak kerja sama. Mulutnya meneriakkan

”TAHAAN, JANGAN masukin DIDALLAMM….tolongg!!!”.

Tapi Agung yang memang sudah berniat menyemprotkan pejuhnya dalam memek Ninuk, malah semakin semakin semangat menggenjot dalam-dalam memek Ninuk. Ninuk sendiri karena memeknya semakin disesaki oleh penis Agung yang membesar karena hendak keluar pejuhnya, jadi terangsang lagi dan langsung hendak moncroot juga.

Maka, ketika Agung mencapai klimaksnya, tangannya mencengkram pantat Ninuk kuat- kuat, dan penisnya ditekan dalam-dalam dalam memek Ninuk, Agung meraung keras.

“HMMUUUUAHHHHH….AAHHHH”

Dengan cairan pejuh yang hangat Agung menyemprot berkali-kali dalam liang memek Ninuk. Ninuk pun bereteriak keras

” OUUUAAHHHH….AKU KELUARRRRR….”

dan pejuhnya pun ikut muncrat lagi. Kedua saling bertindihan menikmati setiap tetes pejuh yang mereka keluarkan. Cairan peju Agung dan Ninuk berleleran keluar dari sela-sela jepitan penis & memek Ninuk. Banyak sekali cairan yang keluar meleleh dari memek Ninuk turun ke pahanya. Agung puas sekali bisa menyemprotkan peluru pejuhnya kedalam memek cewek se semok Ninuk. Apalagi si Ninuk ikutan keluar juga.

“Sempurna dah”

pikir Agung. Karena lemas, Agung ikut tengkurap, menindih tubuh Ninuk di atas kap mobil. penisnya yang mulai mengecil, masih dibiarkan di dalam memek Ninuk. Sedang Ninuk sendiri, masih memejamkan mata menikmati setiap sensasi kenikmatan orgasme yang masih menjalarinya seluruh tubuhnya.

Belum pernah dia ngentot sampai keluar lebih dari 4 kali seperti ini. Apalagi sebelumnya dia sempat menolak. Rasa gensi dan malu mulai menjalar lagi, setelah gelombang kenikmatan orgasmenya memudar. Agung yang masih menindihnya berkata ”Hehehe enak kan”. Aku demen banget ngentot sama kamu Nuk.

Betul-betul binal & liar. Memek mu ga ada tandingannya, nyemprot pejuh terus” kata Agung seenaknya.

Ninuk cuma bisa diam dan ngedumel dalam hati.

”Udah…bangun kamu dan anter aku pulang sekarang, Berlebih banget nih aku bayarnya” ujar Ninuk ketus.

”Heheh ok..ok aku udah dapet apa yang aku mau. Sekarang aku anter kamu pulang” balas Agung.

Agung pun bangun dari punggung Ninuk dan beranjak ke pintu mobil dan mulai memakai pakaian dan celananya. Tapi kemudian dia heran, kok si Ninuk masih tengkurapan aja di kap mobil.

 ”Hei, katanya mau pulang. Kok masih tengkurapan aja” tanya Agung.

Ninuk tidak menjawab, hanya terdenger dengusan nafas saja. Ketika Agung menghampiri, terlihatlah betapa merahnya muka Ninuk, karena menahan malu.

 ”Gung, bantuin aku bangun dong. Kaki aku lemes banget. Selangkangan aku rasanya kaya masih ada yang ngganjel” ujar Ninuk malu-malu.

”Hahaha…KO juga kamu ya, cewe paling semok di kampus” tawa Agung. Bertambahlah merahlah muka si Ninuk. Ketika mau bopong Ninuk, tiba-tiba pikiran mesum Agung keluar lagi. Dikeluarkanlah HP-nya yang berkamera.

Agung ambil beberapa shot posisi Ninuk yang mesum banget itu plus dua close up memek Ninuk yang berleleran peju. Karena Ninuk memejamkan mata untuk mengatur nafas, dia tidak sadar akan tindakan Agung.

Akhirnya Agung kasihan juga, tubuh Ninuk dibopong masuk kedalam mobil. Bahkan dibantuin memakai pakaian dan roknya lagi. Tapi ketika Ninuk meminta Cd nya. Agung berkata ”Ini buat aku aja, Kenang-kenangan”.

Kamu ga usah pake aja. Memek kamu butuh udara segar kelihatannya, habis tadi aku sumpalin pake penis aku terus”.

”Sialan kamu Gung , Ya uda… ambil dah sana” ketus Ninuk.

Ninuk langsung tertidur di kursi mobil. Baru terbagun ketika mobil Agung sudah sampai di depan pagar kos-kosan Ninuk.

”kamu bisa jalan ga Nuk? Kalo masih lemes, aku anterin deh masuk ke kamar kamu. Itung-itung ucapan terima kasih sudah mau ngeseks ama aku malam ini hehe” kata Agung nakal.

Ninuk tidak bisa menolak tawaran itu, karena memang dia masih merasa lemas dikedua kakinya. Maka Agung pun memapah Ninuk berjalan menuju kosnya. Kamar Ninuk ada di lantai 2. Kamar-kamar di lantai 1 sudah pada tertutup semua. Tidak ada penghuninya yang nongkrong di luar.

Diam-diam Ninuk merasa lega. Apa kata orang kalo dia pulang dipapah seperti ini. Kalo ga dibilang lagi mabok, bisa dibilang yang enggak-enggak lainnya. Tapi sialnya, ketika dilantai 2 mereka berpapasan dengan si Lita yang baru dari kamar mandi.

Lita yang selama ini iri melihat dengan keindahan tubuh Ninuk, perhatiin Ninuk dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tiba-tiba si Mirna ketawa sinis

”KeNapa kamu Nuk”.

”Sedikit mabok Ta” jawab Ninuk sekenanya.

”Mabok apa kamu? Mabok ngeseks kelihatannya” kata Lita sinis dan nyelekit sambil mandangi paha Ninuk. Reflek Ninuk nengok kebawah, betapa kagetnya Ninuk, karena dia baru sadar tadi belum bersihin leleran pejuh Agung dan pejuhnya sendiri. Lelehan pejuh mengalir dari dalam memek Ninuk, sampai lututnya.

Cukup banyak, sehingga kelihatan jelas. Muka Ninuk langsung memerah. Ninuk langsung berpaling, sedang Lita tertawa senang mengejek.

”Kalo kamu kelihatannya malah kekurangan pejuh neh. Mana ada cowo yang ikhlas kasih pejuhnya ke cewe tepees kayo kamu?” tiba-tiba Agung nyeletuk pedes.

Muka Lita berubah dari merah, kuning sampai jadi ungu.

”Heh, aku juga punya cowok yang mau ngentot sama aku tanpa aku minta” balas si Lita ketus.

”Nah, berarti kan kamu bedua sama, sama- sama butuh penis & pejuhnya. Napa saling hina. Urus aja urusan mu masing-masing, dan kenikmatan mu masing-masing.

Ga usah saling mengejek-ejek” tandas Agung. Lita langsung terdiam, dan masuk dalam kamarnya.

Ninuk sedikit terkejut, ga nyangka kalo si bejat Agung bisa ngomong cerdas seperti itu, betul-betul penyelamatnya. Setelah ditidurkan di ranjangnya Agung pamit

”Aku cabut dulu ya Nuk. Buat malam ini, Betul-betul sex yang hebat. Baru kali ini aku ngrasain. Kalo kamu pengen, call aku aja ya. Senjata aku selalu siap melayani hehe”.

”Enak aja. Ini pertama dan terakhir Gung. Kapok aku naik mobil kamu” balas Ninuk pedas. Agung cuma tartawa saja, lalu berbalik menutup pintu dan pergi.

Sebenarnya Ninuk merasakan hal yang sama dengan Agung, betul-betul sex yang luar biasa malam ini. Selesai.

Sexgairah |Cerita dewasa, Kumpulan cerita sex, Blowjob, handjob, Cerita sex dewasa, Cerita seks dewasa, Tante girang, Daun muda, Pemerkosaan, Cerita seks artis,Cerita sex artis, Cerita porno artis, Cerita hot artis, Cerita sex, Cerita kenikmatan,Cerita bokep, Cerita ngentot,Cerita hot, Bacaan seks, Cerita, Kumpulan Cerita Seks, Onani dan Masturbasi, Cerita seks tante,blog cerita seks, Seks,sedarah seks, cerita 17+ tahun,cerita bokep.

Subscribe to receive free email updates: