vimax

Cerita Dewasa Perkosaan Dengan Sepupu Sendiri Luna & Dita

>
Tempat berbagi Cerita Sex 2016, cerita ngentot, cerita mesum, telanjang, cerita dewasa berupa, sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny. 

Perkosaan Dengan Sepupu Sendiri Luna & Dita 

Cerita Dewasa Perkosaan Dengan Sepupu Sendiri Luna & Dita

Kenalin saya Romi, saya ingin berbagi dalam kisah pengalaman Seks saya, yang terjadi sekitar 10 tahun yang silam. Ini merupakan pengalaman saya yang sangat dasyat dan di luar nalar, sekaligus yang mendebarkan jantung saya dan membuat gairah Seks saya meningkat.

Saat itu saya anak kuliahan di sebuah perguruan tinggi di Semarang. Saat itu umur saya 23 tahun , dengan tinggi badan yang atletis 178 cm. Dengan postur badan seperti ini saya lakukan dengan giat berolahraga, karena hobi saya bermain futsal.

Selain itu saya yang selalu di andalkan dalam pertandingan team di kampus saya. Masa itu,saya tidak lah sulit untuk mencari pacar. Karena saya yang terhitung anak gaul dan banyak pergaulan saya. Apalagi saya orang yang tergolong ekonOmi yang mapan, untuk tumpangan saya setiap hari untuk berangkat kuliah, saya pake Pajero Sport dengan sedikit modifikasi.

Dengan masa itu saya sering bergonta-ganti pasangan, apalagi teman cewek yang bisa saya ajak kencan untuk tidur bareng. Dari kalangan sama, temen mahasiswa atau dari karyawati perkantoran berbagai macam profesi.

Apalagi dari kalangan majalah cover girl yang saya sudah punya chanelnya, jadi saya sudah paham dari kalangan cover girls. Mereka selain cantik – cantik juga memiliki permainan – permainan Seks yang luar biasa bahkan sama sekali diluar semua pengetahuan dan fantasi Seks saya.

Tapi siapapun dan apapun yang saya lakukan dalam petualangan Seks saya tetap saja Birahi birahi saya tidak pernah terpuaskan.

Cerita Dewasa Perkosaan Dengan Sepupu Sendiri Luna & Dita

Karena adanya dua orang gadis yang selalu ada dalam otak saya dan darah saya yaitu Luna dan Dita yang selalu saya bayangkan wajah dan tubuhnya dan saya sebut – sebut namanya saat saya sedang berhubungan Seks dengan semua cewek , mereka sangat menggiurkan , entah kenapa….

Begitu terobsesinya saya sampai – sampai suatu ketika saya pernah memaksa mengganti nama – nama cewek yang sedang saya tiduri dengan nama Luna atau Dita,…..

Terserah apa yang ada dalam pikiran teman kencan saya itu , saya tidak peduli yang penting rasanya nikmat menyebut nama Luna dan Dita saat berada di puncak ejakulasi saya.

Andai saja saya bisa benar – benar menelanjangi , menjamah , menjilati setiap jengkal tubuhnya dan memasukan kontol saya kedalam vagina Luna dan Dita di alam sadar saya. Tapi apa daya mereka berada diluar jangkauan saya, mereka adalah anak dari tante Ringga dan Om iwan, adik dari orangtua saya.

Ya…Luna dan Dita adalah sepupu saya.

Tante Ringga orang nya anggun yach selau merasa setiap orang dapat diaturnya ,tapi diluar itu untuk seusianya tubuh tante Ringga masih bagus, kencang dan gempal pantat dan buah dadanya masih terlihat kencang sekali ,mungkin ini yang menurun kepada anak – anaknya , rambutnya hitam dan ikal, hidungnya kecil dan mancung bibirnya yang tebal membuat wajahnya terlihat sedikit nakal.

Sedangkan Om iwan walaupun tidak tinggi untuk ukuran laki – laki tapi wajahnya tampan, mereka memiliki 6 orang anak yang semuanya cantik dan Seksi , yang paling besar namanya kak Icha 29 tahun sudah berkeluarga mempunyai 2 orang anak, kedua kak Sita 27 tahun juga sudah bersuami.

Kemudian kak Nuri 25 tahun ,yang keempat kak Intan 24 tahun , kelima Luna 24 tahun dan sibontot Dita 21 tahun , yang membedakan Luna dan Dita dari kakak – kakaknya adalah daya tarik Seks mereka yang sangat tinggi , walaupun sebenarnya kalau dilihat dari sudut pandang orang lain mereka berdua tidak lebih cantik dan Seksi dari semua cewek yang pernah saya kencani.

Kalau saya gambarkan Luna yang usianya hanya lebih muda beberapa bulan dari saya , tinggi badanya hanya kisaran 160 cm wajahnya bersih dan cantik sekali ,rambutnya yang hitam panjang sebahu matanya bulat dan sangat indah bibirnya tipis Seksi ,dia memiliki hidung mancung tante Ringga, kulitnya putih tangan dan kakinya ditumbuhi bulu – bulu mulus yang jelas terlihat karena kulitnya yang sangat putih.

Saya sering mengkhayalkan andai saya bisa membelai bulu – bulu mulus itu dari betis lalu naik ke paha…dan naik terus ketempat terpenting dari organ tubuh Luna….., buah dadanya tidak terlalu besar , pinggangnya kecil dan bokongnya montok.

Dita lebih pendek dari Luna tingginya 162 cm rambutnya hitam kecoklatan yang panjangnya hanya menutupi lehernya yang putih dan menggemaskan matanya bulat bibir bagian bawahnya agak tebal dan Seksi.

Entah apa rasanya memasukan kontol saya kedalam mulutnya , kulitnya putih pucat seperti kulit mami nya , buah dadanya besar ,montok, bundar , terlihat sangat padat dan menantang . Kalau dia sedang menggunakan kaos ketat , sangat terlihat bentuk indah buah dadanya tak kuat saya.

Ingin rasanya meremas dan menaruh kontol saya diantara dua belah gunung yang mengemaskan itu , kakinya begitu putih dan padat.

Dari pengalaman saya tipe kaki seperti ini sangat kuat bermain di tempat tidur, dengan pinggang yang kecil tapi bokongnya padat , besar dan montok ( pantat itik )…..

Ohhhh.. nikmatnya kalau bisa melakukan doggie style dengan Dita…….

Bagi saya mereka adalah fantasi Seks saya tertinggi. Birahi saya pada mereka dimulai pada saat saya masih di smp, waktu itu tubuh mereka belum sempurna seperti sekarang , tapi tidak tahu kenapa ?

Ada setan mana yang masuk ke tubuh saya ?

atau karena sedang dalam masa puber saya , sering sekali saya mengintip posisi tidur salah satu dari mereka saat menginap dirumah dari jendela kamar adik perempuan saya, yang sebaya dengan mereka sambil memegang kontol saya.

Saat-saat seperti itu sangat menyiksa saya, ini berlangsung beberapa bulan sampai suatu malam saya memberanikan diri untuk memasuki kamar adik saya karena saat itu Dita sedang menginap di rumah , masih ingat waktu itu jam 2.30 PM.

Saya dengan mengendap-ngendap membuka pintu kamar adik saya yang tidak pernah dikunci , tipe tempat tidur adik saya memiliki kasur tambahan dibawahnya yang bisa keluar masuk seperti laci , Dita tidur dibawah sendiri , memakai daster panjang dan berlengan pendek , posisi tidurnya miring kaki kanan memeluk bantal sehingga seluruh bagian betisnya terlihat jelas sementara kaki kirinya lurus , wajahnya seksi sekali.

Lama saya tertegun di ujung tempat tidur sambil beberapa kali menelan air liur saya, dan akhirnya saya beranikan diri untuk menarik daster Dita lebih keatas sedikit sehingga terlihatlah pahanya yang putih , dengan tangan saya yang gemetar dan berkeringat saya sentuh ujung paha bagian luar.

Ooooh. . . . .mulus sekali ,

karena Dita tidak bereaksi maka saya turunkan tangan saya untuk menyentuh paha bagian bawah.

“Wah..sudah tidur pules nih. . . .”

Maka saya singkapkan lagi dasternya sedikit demi sedikit hingga celana dalamnya yang berwarna hitam transparan terlihat jelas…,

nah sekarang saya bisa bebas mengelus dan menjamah paha yang lembut dan wangi sekali itu. Setelah itu keberanian saya bertambah..saya tarik bantal yang dipeluknya hingga kedua belah kaki yang mulus bisa saya jamah perlahan ,ingin rasanya berbuat lebih tapi,

”Ah..takut bangun . . .”

sampai akhirnya saya sampai di antara kedua pangkal paha , saya tarik tubuh Dita perlahan supaya posisi kakinya agak mengangkang ….

dan tiba-tiba dia bergerak sambil bergumam…

“Uhhhh ..”

Gumamnya ..wah spontan saya kaget kemudian lari dan bersembunyi dibalik lemari pakaian ….

Sekitar lima belas menit tan saya disitu saya berfikir.

“Ah cuma nglantur….kalau dia bangun pasti dia sudah bisa melihat saya saat saya lari tadi".

Maka saya kembali mendekati tempat tidur….Oh…posisi tidur Dita sekarang celentang…dengan kaki kiri ditekuk keatas …

”Wah makin gampang dan enak nih”… ,

Tapi dasternya sudah kembali turun menutupi setengah paha, maka perlahan saya tarik lagi keatas sampai cawet nya , dan mulai saya ciumi perlahan memeknya yang masih terbungkus celana dalam.

”Ah….coba bisa saya buka celana dalam ini . . . . ”

Puas dibawah, saya keatas kesentuh buah dadanya dari bagian luar daster karena waktu itu Dita masih kelas 1 smp maka semua bagian penting tubuhnya masih serba kecil, saya sentuh dengan lembut dua payudara yang menggoda.

Dan dengan nekat saya susupkan tangan saya melalui bagian leher daster untuk menyentuh sedikit saja buah dadanya.

Ooh. . . .Dita lembut sekali , karena lampu di kamar tidak dimatikan maka bisa saya lihat pentilnya yang merah muda. Tidak sadar ternyata jam sudah menunjukan jam 4.00 pm, maka tanpa merapikan pakaian Dita saya langsung keluar kamar dan masuk kekamar saya.

Kemudian melakukan ngocok… Sambil membayangkan apa yang baru saja saya lakukan, setelah puas saya terbaring di kamar.. Sambil melamun.

“Wah seandainya kakanya Luna, seperti apa yach….

”Suatu hari saya pulang dari main futsal di kampus saya karena rumah tante Ringga dekat dengan rumah teman – teman saya yang lain maka saya pulang menumpang salah satu teman saya yang dijemput sopir, tidak lama saya mampir dirumah tante Ringga sambil ingin melihat Luna atau Dita.

“Eh.. Romi sahut tante Ringga mau nginep disini . . . .”

”Engga ah tante Romi mau pulang ….”

Jangan ah Romi…

ini kan sudah jam setengah sepuluh udah nginep disini aja besokkan hari minggu.

Waktu itu Luna , nuri dan intan sedang ada di rumah kecuali Dita yang sedang berlibur ke rumah kontrakan kak icha dan kak Ayu yang berkampus di bandung

“ Iyach. . , nginep aja . . . .” Sahut Kak Nuri ,

kamu tidur di kamar saya aja, biar kak Nuri tidur sama Kak Intan…..akhirnya saya setuju.

Di rumah tante Ringga ada 4 kamar , yaitu kamar tante Ringga dan Om iwan , dan kalau anak – anaknya semua sedang berada di rumah ,Kak Intan tidur berdua Kak Icha , Kak Nuri sekamar dengan Kak Sita , yang terakhir kamar Luna dan Dita.

Wah saya akan coba masuk kamar Luna yang tidur sendirian malam ini piker saya….. Malam itu saya tidak bisa tidur lagi, sebentar – bentar saya melihat jam.

”Wah lama sekali sih…..”

Saya tadi memperhatikan Luna masuk kamar jam 9.00 malam pasti dia sudah tertidur lelap dia. Dan sekarang sudah jam 11.00 , tapi ruang tengah masih terang Om iwan masih nonton Film.

Akhirnya saya tertidur, tiba- tiba saya terbangun dan melihat jam sudah jam 2.30 PM. Wah bisa gagal , saya keluar kamar kak Nuri yang berada diatas, turun tangga kemudian melewati ruang tengah.

Sesampainya di depan kamar Luna saya lihat cahaya lampu dari dalam kamarnya yang berasal dari lampu tidur. Mengendap-ngendap saya gerakan kaca yang ada disamping pintu yang masih menggunakan kaca. Setelah kaca terbuka cukup untuk saya masukan tangan saya ,saya geser tirai yang menutupi jendela.

”Dasyat. . . ” pemandangan indah saya lihat Luna yang tadi memakai daster pendek , sudah tertidur pulas dengan memperlihatkan seluruh bagian kakinya yang putih mulus karena dasternya yang sudah tersingkap ke atas sampai ke celana dalamnya yang berwarna putih….,

setelah tertegun sebentar , tangan saya beralih ke sebelah kiri meraih kunci pintu lalu membukanya

”Ceklaak . . . . .” ”Ceklak. . . . . .”

Kemudian perlahan – lahan saya masuk kamar Luna yang harum sekali…..sambil berjongkok disamping tempat Luna tidur , saya perhatikan wajah sepupu saya yang cantik itu. Lalu pandangansaya beralih ke bawah…sampai ke kakinya ….

disitulah saya mulai tergila – gila dengan kaki Luna. Saya sentuh dengan berhati – hati kaki yang ditumbuhi bulu – bulu mulus yang tersusun rapih….kakinya lembut , harum dan mulus , terus saya jamah.

Dari ujung kaki hingga pangkal pahanya ….lalu saya benamkan perlahan hidung dan mulut saya diatas memeknya yang terbungkus celana dalam. ”Wah kok . . .memek kamu ga setebal Dita yach Lun…” bisik saya. Lalu saya beralih ke buah dadanya , pada waktu itu buah dada Luna lebih besar dari Dita ,karena usia Luna yang lebih tua, wajar saja kalau payudara nya sudah tumbuh membesar.

Lain halnya dengan Dita ..pentil Luna berwarna coklat muda.setelah puas saya keluar kamar Luna menutup kembali pintu dan seperti biasa melakukan ngocok di kamar mandi. Kejadian ini berlangsung bertahun – tahun saya selalu melakukan hal yang itu – itu saja terhadap Luna dan Dita berulang kali…ingin sekali mendapatkan lebih tapi saya sangat takut mereka bangun ditengah – tengah “aksi saya“.

Karena desakan – desakan “Nafsu” inilah maka suatu malam hal yang sangat saya takutkan menjadi kenyataan. Waktu itu saya sudah duduk di bangku sma kelas 2 , malam itu saya menginap di rumah tante Ringga.

Waktu itu seperti biasa Luna tidur dengan Dita ,dan malam itu saat berada di kamar mereka , Saya punya “program baru” yaitu mengeluarkan kontol saya dan menempelkan ke pantat , buah dada , bibir , serta “memaksa” mereka mengocok – ngocok dengan tangan mereka .

Sasaran pertama saya adalah Dita rencana menggesekan kontol saya ke pantat Dita gagal karena dia berbaring celentang,…jadi sasaran saya langsung kearah dada Dita , dan saya tepuk – tepukan kontol saya diatas gundukan buah dadanya yang tertutup kaos ketat.

Lalu saya gesek – gesek perlahan si “kepala kontol” di permukaan bibirnya , pindah naik merasakan rambut Dita menyentuh kontol saya. Kemudian menyerahkan si “batang dan biji saya” ke dalam geggaman telapak tangan Dita.

Selesai Dita …,pindah ke Luna. “Nah Lun.. Sepertinya kamu sudah siap nih. . . .” Luna tidur miring menghadap Dita….

”Wah menu saya di tubuh Luna bisa lengkap dong”

Berturut – turut dari bibir , buah dada , rambut tangan, sama seperti yang dialami Dita berjalan lancar, Luna memang gemar tidur dengan menggunakan daster pendek , sehingga malam itu dengan posisi miring dibelakang tubuh Luna.

Saya bisa bebas menempatkan kontol saya diatas celana dalamnya dan sedikit terkena kulit bokongnya, karena nikmatnya dengan pengalaman ini , timbullah ide baru saya jepitkan

“Batang kontol saya” diantara paha Luna tepat dibawah memeknya sehingga terasa nikmat seperti benar – benar sedang berhubungan Seks dengan Luna.

Saya peluk dia dari belakang sambil menempelkan tangan kanan saya di dadanya yang indah, bisa saya rasakan dan saya mainkan pentilnya, harum tubuhnya semakin membuat saya bernafsu. Maka tanpa disadari goyangan pantatsaya semakin cepat , kedua tangansaya tidak lagi menempel tapi meremas payudaranya dan bokongnya yang padat.

“OOooh..Luna..enak..enak Lun..”

Gumam saya tanpa sadar , ..tiba – tiba dia bergerak dan terbangun, sikut lengan kanannya

“menghajar tulang rusuksaya” ..setelah itu dia berbalik mencoba melihat siapa yang sedang menggerayangi tubuhnya…

saya terloncat dan berdiri sambil menaikan celana saya.

Sambil terduduk di tempat tidur dia membentak saya ! ! ! !

”Romi apa yang kamu lakuin….ngapain kamu masuk – masuk kamar gw ….! ! ! ! !”

Spontan saja saya lari keluar kamar tanpa menjawab .

Pagi-pagi sekali hari itu Om iwan membangunkan saya dan langsung memberikan ceramah dengan lembut mengenai kejadian semalam ,lain halnya dengan tante Ringga .

Dia sangat emosi ,mungkin tidak rela saya menikmati tubuh anaknya walaupun hanya

“Menggesek – gesekkan kontol. . . ”

Dia juga mengancam akan melaporkan ini kepada orangtua saya.

Setelah menerima semua cacian dan makian tante Ringga, saya berangkat bertanding. Tak saya lihat lagi wajah Luna.

Pada saat saya keluar rumah tante Ringga…yang ada hanya ka icha yang memandang saya dengan sinis sementara Kak Nuri masih berbaik hati mengantar saya sampai ke pagar.

Hari-hari setelah kejadian itu membuat hubungan saya dengan keluarga tante Ringga agak sedikit renggang. Tapi bukannya saya menyadari kesalahan , tapi malah sebaliknya saya semakin tergila-gila dengan tubuh Luna dan Dita.

Apalagi saat Luna dan Dita sudah memasuki perguruan tinggi , wajah Luna bertambah cantik lekuk – lekuk tubuhnya semakin menjadi, sementara Dita ,buah dadanya semakin membesar.

Saya tidak tahu berapa ukuran nya tapi dengan memakai blouse ataupun kemeja yang longgar saja buah dadanya amat sangat menonjol,semakin gempal , besar dan bulat ,bokongnya semakin montok. 

Kesimpulannya kalo soal wajah Luna jauh lebih cantik dari Dita, tapi soal ukuran buah dada , pantat dan bentuk bibirnya yang Seksi Dita sulit dikalahkan oleh Luna. Karena itu rumah tante Ringga selalu ramai didatangi laki – laki , yang mencoba mendekati anak-anaknya ,yang paling banyak “diminati” oleh mereka adalah Dita kemudian baru Luna.

Walaupun mereka berdua telah memiliki pacar tapi tidak mengurangi semangat laki – laki lain untuk berusaha merebut perhatiannya tapi keliatannya Luna dan Dita termasuk perempuan – perempuan yang setia.

Ah… andai saja mereka itu bukan sepupusaya maka saya akan berada dalam antrian itu. Pernah saya mencoba menyatakan rasa suka saya pada salah satu dari mereka setelah hubungan kami sudah membaik ,dengan harapan bisa mengencani mereka seperti layaknya cewek – cewek lain dalam hidup saya.

Namun bentakan Luna ,apalagi cacian dan makian tante Ringga , beberapa tahun yang lalu membuat hati saya ciut dan tidak berani lagi macam-macam.

Hidup saya benar – benar tersiksa terutama saat saya bertemu dengan mereka, kontol saya selalu menegang dan angan – angan saya pun melayang – layang membayangkan apa yang ada dibalik pakaian mereka .

Rasa frustasi itu membuat saya diam – diam sering mencuri celana dalam dan BRA dari dalam lemari pakaian mereka untuk saya bawa pulang dan melakukan ngocok dengan celana dalam ataupun BRA mereka sambil menatap wajah mereka dari foto – foto yang saya miliki, terkadang ditambah memutar film bokep.

”OOooooh nikmatnya”….kamu..Luna…,

Dita..hebat sekali kamu…. Entah berapa pasang koleksi pakaian dalam Luna dan Dita yang ada di dalam kamar saya yang semuanya pernah terkena cairan pejuh saya….itu pun tidak berlangsung lama…..

Karena ini tidak akan pernah memuaskan birahi saya….. Kemudian saya melampiaskan nya kepada perempuan – perempuan lain yang bisa saya kencani,…., tapi itu juga tidak banyak membantu saat saya sadari dalam alam nyata , mereka tak tersentuh oleh saya.

Mereka hanya bisa saya sentuh dalam khayalan …, di alam sadar saya hanya dapat menikmati setiap lekuk tubuh mereka yang terbungsayas rapat pakaiannya , apalagi setelah kejadian tersebut tante Ringga dan anak – anaknya selalu memandang saya dengan tatapan sinis , dan dari mulai pakaian , sikap dan gerak- gerik tubuh mereka sangat berhati-hati terutama kalau saya ada di dekat mereka.

Mereka tidak memberikan sedikitpun kesempatan pada saya untuk mencuri kesempatan menikmati keindahan tubuh mereka dari sela – sela pakaian mereka yang tersingkap, seakan – akan tubuh mereka menertawakan saya…dan berkata

“berimajinasilah terus Rom ….”,

 Tingkah saya dan perlakuan mereka pada saya yang seperti ini, semakin membuat saya bergairah kepada mereka dan memutar otak.

Agar bisa “merasakan tubuh Luna dan Dita bukan impian lagi . . . . . . . . .”

Sampai suatu hari setelah saya pulang kuliah, di tempat biasa saya nongkorng…di kawasan Semarang Kota ,saya ngobrol dengan Fikri atau yang biasa dipanggil “Bebeb”.

Karena ibunya pemilik apotik terkenal di Semarang dan Bapaknya dokter. Bebeb sangat terkenal diantara teman – temanku , dia kuliah di fakultas kedokteran.

Bebeb sering merawat siapa saja dengan obat – obatan yang dimilikinya untuk berbagai macam penyakit, dari mulai penyakit turunan , kambuhan , kelamin , obat kuat sampai dengan cari penyakit. 

Maksudnya selain memberikan pengobatan Bebeb juga sering mengkonsumsi obat – obatan dengan beberapa temannya untuk “teller” nama “Bebeb” diambil dari salah satu nama tukang obat di daerah Semarang barat, karena Bebeb lebih terkenal sebagai tukang obat dibandingkan menjadi calon dokter.

“Rom….. Wah kemarin tuh cewek yang Gw kenalin ke kamu…khan sok jual mahal , udah Gw beliin segala macem masih juga sok ga mau Gw gituin” cerita si Bebeb tiba –tiba sambil agak teler…… “Terus kemarin kamu sama dia kemana”..? Tanya saya….

Kita makan siang di lantai atas hotel , waktu dia ke toilet, hehe….Gw campurin aja obat tidur di dalam minumannya karena jam segitu hotel kan sepi banget jadi ga ada yang liat.

“Biarin aja biar dia tidur terus jadi bisa Gw kerjain” Kata Bebeb sambil menggebu – gebu.

“Teruss..terus”….

tanya saya penasaran. Tapi sehabis dari wc kita ngobrol – ngobrol lagi …

ternyata obrolan kita jadi serius disitu Gw tau kalo di suka sama Gw dan dia ga mau Gw main – mainin jadinya.

Dia ga mau Gw apa-apain sebelum kita “jadian”…. Akhirnya kita kemarin jadian deh…

”lanjut Bebeb…sambil tersenyum khas…………….. “

Yah…tapi dia udah minum belum minumannya yang elo kasih obat tidur” Tanya saya.

“Ya udah………Gw juga bingung … obat tidurnya cepet bereaksi. Setelah dia bilang mau jadi cewek Gw …dia semaput di meja makan Rom…., apes..!!!

Jadi ga tega Gw karena dia kan sekarang cewek Gw …,

jadinya Gw kebagian gendong dia doang… pulang kerumah,apes…apes.

“ha…ha…hahaha” saya tertawa terpingkal – pingkal….”.

Otak kamu kebanyakan isinya pil koplo sih…, tapi sejenak tertawa saya terhenti karena saya mendapat ide hebat .

“Eh….Beb…ngomong – ngomong soal obat tidur …

Gw juga punya masalah sama seperti loe Beb…bagi dong obat tidurnya. “Iya boleh deh….Gw masih nyimpen tuh di laci mobil obat tidurnya ambil aja Rom…”

“Bukan obat tidur begituan yang Gw pengen Beb…..” Sanggahku.

“ Terus apaan dong” tanya Bebeb.

Sambil mengerutkan dahinya. “itu kamu obat bius yang cair….yang kaya di film-film taro di saputangan sekali bekep langsung orang itu semaput”kata ku ..

“Buset……mau ngapain kamu…sakit juga kamu…

” Bebeb terkaget – kaget…. “mau bantuin Gw gaaa….

jangan banyak cocot deh”.

“Ga ah…susah dapetin gituan sih…ga mungkin bisa Gw” jelas Bebeb…

singkat cerita . Saya berhasil membujuk Bebeb mencarikan “barang” yang saya maksud ,

walaupun saya harus mengorbankan mobilku untuk dipinjamkan kepada Bebeb yang akan pergunakannya untuk “sprint rally”

serta mengangganti semua biaya kerusakan mobilku setelah dikembalikan , ditambah biaya pembelian “obat” tersebut sebesar 8 juta rupiah, dan ini berarti saya harus menguras seluruh tabungan dan berurusan dengan seorang lintah darat bernama “Robert” .

Semua ini saya sanggupi ,karena otak sehatku sudah tidak bisa berfikir karena dorongan nafsu birahi yang bicara.

”Okey deh Beb”… kita sepakat dan 4 hari kemudian saya dan Bebeb bertemu di tempat yang sama sesuai perjanjian Bebeb membawa sebotol kecil berwarna coklat tua…

yang tidak ada tulisannya … ”Apa ini Beb…” tanya ku …”

Itu namanya cholorofoam isinya 50 ml”..jawab Bebeb…

” Kok ga meyakinkan gini ga ada tulisannya..?

kamu ga bohongin Gw..?!!”

”Udah deh percaya…kapan pernah Gw bohong”.

“Okey Beb kalo sampe kamu bohongin Gw , dan hidup Gw berantakan gara – gara kamu…..

Gw janji akan cari kamu kemana pergi…Gw akan buat hidup kamu sama – sama berantakan”. Sedikit mengancam.

Hehehe….berapa tahun sih kita kenal Bro….masa Gw segitu jahatnya sama kamu.

Bebeb mencoba meyakinkan saya. Setelah saya mendapatkan senjata untuk membuat semua mimpi dan khayalanku menjadi kenyataan, saya tidak langsung beraksi. Tapi kali ini saya berusaha bersabar untuk menyusun rencana yang lebih matang.

Ada beberapa kendala yang harus saya pikirkan . Langkah pertama saya mulai membuat peta situasi di rumah tante Ringga ,karena selain sekarang saya jarang kesana. Terakhir rumah tante Ringga mengalami renovasi.

Saat suatu pagi saya berkunjung ke rumah tante Ringga dan hanya ada mpok indun pembantu mereka yang baru 2 tahun bekerja disana , dari Mpok Indun saya dapatkan banyak informasi , Kak Icha dan KaK Sita sudah tidak tinggal disitu mereka menetap di bandung.

Kamar Luna dan Dita di bawah sudah mengalami renovasi diperbesar dan kaca sudah tidak ada lagi ini menyulitkanku saya harus dapat membuka kunci dari luar , tapi untungnya kunci pintunya tidak mengalami perubahan masih dengan tipe lama dengan lubang kunci yang besar dan tidak ada tambahan kunci grendel atau jenis lain di dalam setiap kamar.

Sementara kak intan dan kak nuri tidur di lantai atas di kamar mereka masing – masing, kondisi saat ini tidak memungkinkan saya untuk menginap di rumah tante Ringga dan menggunakan salah satu kamar dari kak intan atau kak nuri sebab tipe tempat tidur single bed yang mereka pergunakan.

Sehingga tidak mungkin lagi salah satu dari mereka, berpindah untuk tidur berdua di salah satu kamar. Apalagi lagi saat weekend kak icha atau kak sita sering datang dan menginap bersama keluarganya.

”Wah makin sulit nih . . . . . .”

Saya mulai memasuki semua kamar tidur yang ada di rumah tante Ringga untuk mengantisipasi, saya meminjam semua kunci pintunya tanpa sepengetahuan mpok Indun.

“Mpok Indun saya ke rumah temen dulu yah titip mobil yah….” Kata saya.

Kemudian saya berlari ke tukang kunci terdekat untuk menggandakannya dan kembali ke rumah tante Ringga untuk mengembalikan kunci – kunci tersebut ditempat semula.

Dan akan ku mulai aksi berikutnya yang lebih aman . Selesai

Cerita dewasa, Kumpulan cerita sex, Blowjob, handjob, Cerita sex dewasa, Cerita seks dewasa, Tante girang, Daun muda, Pemerkosaan, Cerita seks artis,Cerita sex artis, Cerita porno artis, Cerita hot artis, Cerita sex, Cerita kenikmatan,Cerita bokep, Cerita ngentot,Cerita hot, Bacaan seks, Cerita, Kumpulan Cerita Seks, Onani dan Masturbasi, Cerita seks tante,blog cerita seks, Seks,sedarah seks, cerita 17+ tahun,cerita bokep.

Subscribe to receive free email updates: