vimax

Cerita Dewasa Ngeseks ama ABG in the kost

>
Tempat berbagi Cerita Sex 2016, cerita ngentot, cerita mesum, telanjang, cerita dewasa berupa, sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny. 


Ngeseks ama ABG  in the kost

Cerita Dewasa Ngeseks Dengan ABG Muda

Cerita ini berawal dari pertemuanku dengan Joni.aku menikah pada usia masih muda, pada saat umurku menginjak 22 tahun.aku pun tak melanjutkan ke bangku kuliah, pada saat umurku tersebut aku di nikahkan sama orangtuaku.

Karena pada saat itu orang tuaku terbelit hutang dengan teman nya yang sudah menduda. Usianya tergolong sangat matang sekali 45 tahun pada saat aku di nikahinya. Sudah 2 tahun aku hidup dengan nya dan seranjang dengannya, selama itu pula aku tak pernah merasakan apa yang dinamakan kenikmatan seksual.

Menurut teman-teman atau info di internet, malam pertama adalah malam yang paling menggairahkan. Akan tetapi buat aku yang mengalaminya adalah malam yang suram!!

Di kemudian hari aku mengetahui ternyata suamiku Joni mengidap penyakit gula, yang lumayan parah. Sehingga agak mengganggu keperkasaannya saat melakukan adegan seksual. Selama itu kami menikah aku di setubuhinya hanya dengan mencium dan meraba-raba, selebihnya ketidak puasanku dalam melakukan adegan seksualitas.

Suamiku sering merangsang diri dengan nonton bokep yang kami liat berduaan sebelum untuk melakukan adegan seks. Tapi yang sering terjadi, diriku yang terangsang dan joni tetap saja letoy dan tak mampu untuk merangsang penisnya sendiri.

Namun aku mendapatkan pelajaran tentang seks dari bokep tersebut dan imajinasi tentang laki-laki yang gagah dan kuat dalam berhubungan seksual. Aku pun kadang kala melakukan martubasi ringan untuk melampiaskan nafsu birahiku, dengan berbagai khayalan yang ku liat dari film-film bokep. Suatu ketika saat Joni pergi untuk melakukan tugasnya di luar jawa, selama 1 bulan aku tinggal sendirian.

Aku merasakan kesepian selama itu pula,dan kulakuan untuk aktifitas di luar bersama teman-temanku. Pada saat nya aku sendirian lagi ku lakukan utnuk pergi jalan- jalan ke luar, ke mall atau kemana dan membeli makan di sebuah restoran disitu aku duduk sendirian.

Setelah beberapa saat kemudian ada seorang laki-laki muda yang ganteng juga kira-kira seumuran sama aku, minta iijn untuk duduk bersamaku dan bisa duduk berhadapan denganku. Karena mungkin bangku situlah tempat duduk yang tersisa karena sudah penuh dengan pelanggan.

Terlihat sekali sepertinya dia sangat ramah dan bersahaja, sehingga aku pun mempersilahkannya duduk satu meja denganku. Saat itu pun kami berkenalan dan ngobrol-ngobrol kesana kemari sampai kita bertukaran nomor handphone sampai dia bercerita membuka identitasnya.

Dia mahasiswa , dan dia perantauan dari medan. Terlihat sosok yang ganteng dan bersih dan di bertempat tinggal di uhnian perumahan. Hampir dua jam kami ngobrol yang menyenangkan sehinggan kami pun saling mengenal dan berdekatan.

Cowok itu namanya Fredi dengan berbadan tegap, kulitnya yang maskulin , cowok yang begitu macho. Pada waktu kami berjabat tangan, Frredi menggenggam jemariku dan menatap penuh cemistri dan dengan senyuman manis yang penuh arti. Pada saat itu pula aku membalasnya dengan senyumku. Di kemudian kami pun berpisah untuk kembali pada aktifitas kami.

Selama perjalanan pulang ku tringat dengan wajahnya, dan tidak focus untuk menyetir mobil. Di dalam pikranku kok si Fredi saja, dan kenapa untuk jalan pulang kerumah saja hanya muter-muter entah kemana gak tau arah jalan pulang ke rumah.

Hampir satu mingguan setelah perkenalan dengan Fredi, kadang kala aku malah rindu dengannya. Sumaiku yang masih di luar jawa, dan aku mencoba untuk menghubungi Fredi. Selanjutnya tanpa banyak kata ku mengatakan kangen sama dia, dan sebaliknya dia pun begitu.

Aku pun terasa kaget dengan jawaban Fredi. Kami pun berjanjian untk bertemu di tempat dulu pada saat kami bertemu. Fredi mengajak aku jalan-jalan, aku menolaknya karena takut kalo di lihat orang orang yang kenal dengan ku dan statusku.

Akhirnya kami pun sepakat untuk melanjutkan kembali obrolan di tempat yang aman dan sepi, di sebuah penginapan Hotel berbintang. Kami pun berlanjut menuju ke hotel tersebut dengan mobilnya Fredi. Sementara mobilku aku parkir di Mall yang terdekat, untuk keamanan lebih lanjut.

Di hotel kami memesan kamar di lantai atas, lantai sepuluh. Memang telihat agak sepi di lantai tersebut, tapi suasananya hening,dan romantic sekali.

Saya : Kamu sering kesini ya..??

baru kali ini lho saya masuk di tempat ini.. Dan dia hanya tersenyum dan mengelengkan kapala. Pintaku kembali menanyakannya.

Fredi : Iya Sayaang……

Kami saling memandang dan tersenyum, kami masih beriri di depan pintu kamar hotel dan berhadapan. Kami pun saling menatap dalam dan tak astu patahpun kata lagi terucap.

Dadaku terasa berdetak kenang dan berdebar-debar, akal pikaranku sudah tidak logika dan perasaanku campur aduk tak karuan kemana. Antara senang, cemas, dan kuatir..campur aduk pokoknya lah…!!

Entah karena apa kami pun saling merangkul dan bergandengan. Ku sandarkan kepalaku di dada nya , semakin kenang saja pelukan fredi di tubuhku. Kedua tangkau memeluk tubuhnya dan kami pun saling membisu.

Tak lama kemudian aku sedikit merengek dan tetesan air mataku menetesi baju Fredi.

Fredi : ada apa dengan mu ??kok menangis..ada yang salah denganku???

Aku pun masih diam dan rengekanku yang semakin mendalam bercucuran air mata.

Fredi : Kenapa…??

Fredi pun kembali menghapus air mataku dengan penuh kasih dan lembut.

Fredi : Apa kamu menyesal , aku ajak kesini sayaang..??

Dan aku pun masih diam membisu sampai akhirnya aku di tuntun ke temapat tidur. Dan aku pun berbaring di pojokan ranjang itu. Fredi kemudian mendekatiku dan membelai rambutku, terasa mesra banget berhadapan dengan dia.

Seperti melayang ku di buatnya, dan aku pun bergerak dan kembali memeluk Fredi dan dia hanya diam saja sambil membelai rambutku. Aku memeluknya erat-erat, sampai dia mencium dahiku.

Nampaknya dia begitu sayang denganku, ku membalasnya dengan kecupan dipipinya. Sex Gairah ini sepertinya mulai memuncak semakin membara, maklum aku sudah lama tidak bisa merasakan seksualitas yang sempurna dan hanya menonton saja.

Sementara itu aku belum bisa merassakan penis yang sesungguhnya. Fredi pun mulai membuka kancing bajunya satu persatu, ku tarik tangannya untuk member kode agar dia juag mebuka baju ku . Dan dia menurut, semakin kesananya dalam membuka pakainku.

Aku semakin terangsang, dalam hitungan detik aku sudah bugil tanpa busana yang menutupi tubuhku. Fredi memandangi tubuhku dengan mata yang melotot yang mulus dan putih bersih. Tak henti hentinya ia berucapa memuji dengan menggelengkan kepalanya bukti kekaguman.

Dia pun juga sudah bugil,
WOOW…seksi sekali Fredi.

Kontolnya sangat besar dan panjang yag menegak ke atas, sepertinya kontolnya sudah begitu keras. Nafasku terasa semakin tak berirama. Fredi pun mulai mengerayangi tubuhku dan meraba-raba payudara ku, lalu mulai menyedotnya dan menghisap berulang-ulang.

Sungguh nikmat sekali yang kurasakan seksualitas ini, and aku sangat ternagsang sekali dengan hal ini. Dia kembali menciumi bagian payudaraku sampai ke leher-leher dan lubang telinga. Aku tak kalah dengan tindakan Fredi, ku pegang kontolnya sambil ku kocok kocok yang semakin tegang dan mengelus-ngelusnya.

Sampai aku terbayang dengan adepan film bokep yang sering aku tonton selama ini, dan tanpa sadar aku mulai menghisap kontolnya. Dia pun menggeliat dengan aksiku, ku jilat jilat sepenuhnya kepala kontolnya dan batang kontolnya sampai masuk juga ke dalam mulutku sampai dalam.

Kemudian aksi fredi pun, dengan jari-jarinya mengelus-ngelus empik ku dn sesekali menarik-narik nya itilku.

Semakin lama menjadi terangsang basah tak karuan rasanya empikku yang karena emosi birahi seks yang meletup-letup. sampai aku lupa segalanya, akhirnya kami sama-sama mengambil posisi di tengah ranjang.

Aku pun mlai membaringkan tubuhku dan membuka selakanganku. Siap posisi, siap di genjot…

Fredi pun mulai memasukkan kontolnya ke dalam empikku..

“oowhhh……Yesss….enaaakk…”

Tapi kok terasa perih dan sakit, aku pun hanya diam saja dan merasakannya. Tapi malah ini sensasinya yang sekian lama tak aku rasakan senikmat ini sampai sekujur tubuhku ada aliran listriknya sampai bergetar seluruhnya..dan makin lama kok makin nikmat saja.

Fredi pun terus mengoyangkan bokongnya maju mundur mengahantam empikku dan sesekali aku juga bergoyang sedikit untuk membalasnya dan meremas remas kontolnya di dalam empik ku.

Pada saat nya kontolnya Fredi tersa berkedut- kedut mau keluar

CROOOOTT. . . . . . CRIIITT. . . . . . CROOOT. .. . . .

Air maninya membasahi di dalam lubang empikku. Aku sama seperti dia , kayakknya aku juga mengeluarkan cairan dari lubang empikku api aku sudah duluan keluar berulang kali.

OMG… setelah aku beranjak dari rangjang tesebut ,kami liat darah yang meluber di ranjang itu yang menodai sprei putih. Kok kayak aku seperti gadis perawan saja!!

Fredi pun ketakutan dan binggung , aku pun demikian .

Oiya aku teringat semenjak bersetubuh dengan suamiku, dia kan impoten letoy, jadi aku terlihat seperti perawan meskipun sudah menikah.

Fredi : Kamu masih perawan ya…??

Aku hanya mengangguk saja, biar aman lah dengan statusku. Kemudian dia kembali memelukku dengan penuh rasa sayaaaang dan mesraaa yang mendalam. Dengan keadaan yang masih telanjang bulat, kamu saling berpelukan dan merangkul sampai merapat.

Aku ciumi bibirnya tanda sayang dan kepuasanku. Hampir seharian kami berada di kamar hotel, dan sudah empat kali kami melakukan adegan seks dengan pemuda ini.

Semua gaya yang ku tonton di film bokep ku parktekkan, sampai-sampai kami pun kelalahan.

Setelah istirahat yang cukup kami tidur-tiduran dan mengobrol dengan keadaaan yang masih telanjang. Hampir sore kami pun menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan Fredi pun juga menghampiriku untuk mandi juga.

Kami pun mandi bersama , terkadang sambil memeluk, saling cium dan bercanda tertawa dengan menegelus-elus kontolnya. Dan Fredi pun juga memeulai permainannya dengan memainkan putingku dan semakin mengeras payudaraku. Aku begitu terangsang kembali ..

“Ooowwh…….yess….”

Kami segera melakukannya kembali dengan posisi yang berdiiri di dalam kamar mandi. Tubuh kami yang basah dengan lumeran cairan sabun, sungguh terasa nikmat nya aku melakukan adegan seks ini dalam keadaan basah dikamar mandi.

Fredi agak lama melakukan senggama denganku waktu di dalam kamar mandi , maklum sudah beberapa kali cairan sperma nya keluar berulang kali. Kali ini tampaknya kontol yang begitu keras dan melakukan nya dengan sedikit kerja keras.

Di cium-cium nya aku, dan di rangsang pula aku dengan menjilati bibir empikku, dan sampai kedalam-dalamnya.

“Ohhh……yess…..uhhh….”

aku menggeliat kenikamtandan aku pun membalasnya dengan mengocok ngocok kontolnya. Ku gesek-gesek ke bagian payudaraku , ku praktekkan seperti adegan film-film bokep. Tanpa kusadari, Fredi menyemburkan air mani nya ke payudaraku dan sisanya di semprotkan di mukaku.

Aku pun tak merasa jijik, bahkan aku melulurkan sperma nya ke seluruh bagian mukaku dan kurasakan nikmat yang luar biasa sekali.

Saya : Ah…kamu sudah keluar ya??

Fredi : Maaf ,,,aku sudah gak kuat untuk menahannya.

Kemudian ku tarik dan ku arahkan kontolnya ke empikku, ku cium-cium bibirnya dan ku goyang-goyang kan bokongku sebisanya. Dia nampak diam saja, dan sedikit ngiluu tapi tetap saja ku goyang-goyang saja ..

Owhhhh…..yesss..

aku sangat puas sekali sehingga tak sadar aku mencakarnya dan berteriak lepas kenikmatan. Terasa ada sesuatu yang sudah keluar dari dalam empikku sampai klimaks yang paling dasyat dan melemaskan.

Se usai beranjak dari kamar mandi dan berdandan , terasa begitu perih empikku yang kurasakan. Apa karena aku maen terlalu bernafsu sekali dalam melakukan adegan seks yang begitu lama. Setelahnya semua sudah beres, sebelum mennggalkan kamar hotel untuk cabut, kami pun saling berpelukan kembali.

Tidak banyak kalimat yang terucap hanya ada ucapan

“ Aku Sayang Kamu..”

keluar dari mulut Fredi. Ak pun sanat terharu mendengar kalimat itu dan aku juga mebalasnya

“Aku juga sayang kamu Fred”.

Puas dengan hubungan ini, lalu kami melangkah keluar kamar.

Setelah chek out Fredi mengantarkan aku kemblai ke mall untuk mengambil mobilku yang sedang aku parker disana. Sebelum keluar dari mobilnya, aku mengecup bibirnya dan dia juga mengecup di keningku.

Aku kemudian keluar dan masuk ke dalam mobiku sendiri. Kami pun kembali ke rumah masing-masing.

Hatiku terasa bergejolak tak karuan, rasa sedih , senang, puas , bahagia, kasih dan sayang semuanya berkumpul jadi satu. End

Cerita dewasa, Kumpulan cerita sex, Blowjob, handjob, Cerita sex dewasa, Cerita seks dewasa, Tante girang, Daun muda, Pemerkosaan, Cerita seks artis,Cerita sex artis, Cerita porno artis, Cerita hot artis, Cerita sex, Cerita kenikmatan,Cerita bokep, Cerita ngentot,Cerita hot, Bacaan seks, Cerita, Kumpulan Cerita Seks, Onani dan Masturbasi, Cerita seks tante,blog cerita seks, Seks,sedarah seks, cerita 17+ tahun,cerita bokep
>

Subscribe to receive free email updates: