vimax

Cerita Dewasa Ngentot Pertama Kali

>
Sexgairah |Tempat berbagi Cerita Sex 2016, cerita ngentot, cerita mesum, telanjang, cerita dewasa berupa, sex tante hot, cerita abg mesum, sex memek perawan, sex sedarah nyata, ngentot janda horny.

Ngentot Pertama Kali 

Ngentot Pertama Kali

Dengan usia gue yang sekarng yang sudah menginjak usia 27 tahun dengan tinggi badan mencapai 168 cm cukup lumayan untuk postur seorang wanita. Tubuh gw yang langsing, bisa di katakana mirip tub-tubuh para model seksi. Perkenalkan nama gue Cinta.

Kebetulan dengan wajahku yang seperti ini, gue juga di katakana mirip artis ibu kota. Benar saja , pada waktu menginjak di bangku SMA gue sering jadi rebutan para cowok-cowok.

Setiap cowok pasti melirik gue , hanya saja kadang gue cuek terhadap cowok-cowok yang karena terlalu egnit dan menggoda gue melulu. T

api gue bikin enjoy-enjoy saja tak begitu mempedulikan omongan dan godaan yang mereka lontarkan ke gue.

Hehehe. ..namun demikian , gue yang sekarang tak perawan lagi. Karena dengan pergaulan gue di masa kuliah sudah gue persembahin pada temen cowok di masa kuliah.

Dan gue yang sekarang masih single.

Gue yang sering pergi ngampus, biasa pake rok mini . sedangkan temen-temen cewek lainnya hanya sering memakai celana panjang.

Dengan cara berpakaian gue pakai rok mini yng sering gue kenakan, banyak dari kaum cowok-cowok melirik gue.

Karena gue yang memakai rok yang gue kenakan, gue gak pernah pake dalaman celana pendek atau pun penutup lain. Hanya dengan memakai koleksi celana dalam gue yang bermodelkan gstring.

Biasanya para kaum cewek kalau sedang kuliah kebanyakan suka memakai celana panjang, namun gue lebih suka tetap memakai rok saja untuk bawahan nya kalau sedang ke kampus.

Rok gue mini sekali dengan bawahan yang lebar, bentuknya seperti yang biasa dipakai oleh para model seksi.

Yang membedakan hanya dalaman nya saja, biasanya para cheerleader masih menggunakan celana pendek di dalamnya walau agak mini untuk membungkus celana dalam yang mereka pakai.

Bedanya dengan diriku, gue tidak pernah memakai penutup lain untuk menutupi bagian tubuhku yang paling vital kecuali celana dalam. celana dalam yang kupakai sangat mini dan sexy, bentuknya G String dua jenis, yang satu model berenda dan yang satu lagi model tali tang terbuat dari nylon.

Sexy sekali karena hanya ada seutas yang melingkari pinggangku, bedanya hanya yang tali nylon dengan ikatan di kiri kanan pinggangku, selebihnya sama saja ada bagian yang hanya selebar ukuran satu jari turun dari belakang pinggang mengitari selangkangan melalui belahan bokong gue.

Hanya ada secarik kain yang lebarnya tidak lebih dari ukuran dua jari di bagian depan yang fungsinya hanya mampu menutupi lubang Memek gue.

Ngentot Pertama Kali

Yang berenda berbentuk hati kecil ada renda di pinggirannya, sedang yang model bertali, bentuk penutup bagian depannya berbentuk segitiga kecil, tipis dari bahan sutera.

Sebagai atasan nya gue lebih sering memakai hem lengan pendek agak longgar.

Gue pilih ini karena gue memang tidak pernah memakai BH di dalamnya. Seperti kisah gue terdahulu, gue memang sejak kecil tidak suka dan tidak pernah memakai BH hingga tak heranlah sampai detik ini gue juga tidak mengetahui berapa besar ukuran Susu gue .

Payudara gue tidak terlalu besar. Ukurannya sedang-sedang saja tetapi bentuknya cantik dan padat. Warna puting susu gue dan sekitarnya merah muda sedikit ke coklatan, sungguh menggairahkan sekali.

Untuk yang satu ini gue sering mendapat pujian dari kaum lelaki yang sudah pernah melihat atau meremas susu gue. Terus terang dosen gue yang cowok sering kali harus menelan ludah apa bila melihat penampilan gue.

Apa lagi saat melihatk gue duduk dengan berpangku kaki hingga bagian atas paha gue tersingkat sedikit ke atas.

Paha gue yang mulus itu juga ditumbuhi bulu-bulu halus yang menurut istilah beberapa orang teman gue, itu namanya bulu-bulu monyet. gue kuliah di Universitas Salatiga, mengambil jurusan hukum dan saat ini gue sudah menjadi seorang Custumer Service di suatu perbankan.

Kali ini gue ingin menuliskan kisah gue tentang pengalaman pertama gue bercinta sungguhan atau ngeseks yang gue lakukan saat masih duduk di bangku kuliah.

Gue berkenalan dengan seorang mahasiswa yang juga mengambil jurusan yang sama denganku, namanya Toni beraasal dari Malang, namun akhirnya Toni tidak meneruskan kuliahnya karena patah hati dengan gue.

Sekarang entah Toni ada dimana gue sendiri juga tak pernah tahu.

Hubungan gue dengan Toni sangat lah akrab sekali, sehingga pertama kali gue melakukan hubungan seks yang sebenarnya juga dengannya. Gue persembahkan kegadisan gue ke Toni yang betul-betul sangat mencintai gue.

Namun gue masih tidak ingin melanjutkan hubungan itu dengan serius karena apa yang gue lakukan bersama Toni bagi gue hanyalah suatu pelampiasan atas kebutuhan biologis gue saja. Hal ini rupanya membuat Toni patah hati dan akhirnya gak pernah berangkat ke kampus. Dan entah kini kemana dia gue juga tidak pernah mendengar kabar beritanya lagi sejak kami berpisah dulu.

Kalau kebetulan Toni yang gue maksud sedang membaca kisahku ini, gue mohon maaf padamu. Karena gue memang belum bisa jatuh cinta dengan siapapun hingga saat ini. Hubungan gue dengan Toni sebenarnya biasa saja seperti remaja lain saat berpacaran.

Kami sering berciuman baik di mobil, di kampus maupun di rumah, pokoknya di mana saja kalau ada kesempatan untuk melakukannya. Kami juga sering saling meraba bagian-bagian sensitif kami.

Lebih sering Toni mengajak gue ke perumahannya di daerah Salatiga juga yang keadaannya memang selalu sepi itu, jadi sekali lagi praktis kediaman Toni .

Perumahan tempat dia tinggal tidak terlalu besar dan dalam keadaan sepi tetapi hunian nya sangatlah nyaman untuk di tinggali.

Ngentot Pertama Kali

Hal ini sangat menguntungkan bagi kami berdua. Di rumahnya itulah gue pertama kalinya merasakan nikmatnya ngeseks.

Kami bercumbu, berciuman di atas tempat tidur di kamar Toni.

Mulut Toni menciumi bibir gue yang mungil dan tipis, lumatannya membuat gue sangat bergairah sekali.

Sambil melumat bibir gue , jari tangan Toni melepaskan kancing baju gue satu persatu hingga terlepas semua dan langsung ditanggalkannya pakaian yang gue kenakan hingga bagian atas tubuh gue terbuka polos tanpa sehelai benang pun.

Toni langsung memegang dan meremas-remas susu gue hingga gue jadi sangat terangsang oleh perlakuannya.

Gue lepas dengan menarik ke atas kaos yang dipakai Toni dan dia pun membantu untuk melepaskannya.

Selanjutnya gue buka kancing celana jeans yang toni pakai, kuturunkan sabuknya dan Toni pun membantu untuk melepaskan sendiri celana yang masih ia kenakan berikut celana dalam nya sehingga Toni terlebih dahulu telanjang bulat di hadapan gue.

Lalu gue raba seluruh bagian tubuhnya, gue raih batang kontolnya yang sudah mengeras dan berdiri tegak bagaikan rudal meriam. gue merasa sedikit aneh karena tangan gue tidak menyentuh bulu kemaluan Toni.

Rupanya Toni rajin mencukur habis bulu kemaluannya sehingga bagian kemaluannya tampak bersih dan polos. Hanya ada sedikit bulu di bagian tertentu saja.

Ada bagian yang terasa sedikit kasar karena bulu-bulu kemaluannya mulai tumbuh, sehingga ujung-ujungnya yang tajam terasa sedikit kasar bila tersentuh, namun ini justru membuat rangsangan tersendiri bagi gue. kontol Toni lumayan besar dan panjang, diameternya sekitar 7 cm dengan panjangnya sekitar 19 cm.

 Mulut Toni menjelajahi waja gue hingga seluruh bagian leher dan telinga gue. Lidahnya dijulurkan menjilati seluruh bagian leher gue . Sesekali Toni memberikan kecupan di leher gue dan lidahnya menjalar ke bagian belakang telinga gue.

Lubang telinga gue pun tak luput dari sapuan lidahnya. Tangannya membuka pengait rok mini gue dan kini gue ubantu memerosotkannya dengan bantuan kedua kaki gue .

Tangan Toni langsung meraba bagian luar celana dalam yang gue pakai. Ikatan tali nylon G String gue di samping pinggang ditariknya sehingga terlepas sudah penutup akhir di tubuh gue dan celana dalam gue dilempar jauh ke kasur.

 Kini kami sudah sama-sama bugil, telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh kami lagi.

Lalu kami saling bergumul, bibir kami kembali saling lumat dan tangan kami pun saling meraba bagian sensitif lawan masing-masing. Nafsu birahi gue naik ke ubun-ubun rasanya. Memek gue yang sudah basah sejak tadi jadi menjadi semakin basah saja.

Cairan bening yang mengalir keluar dari dalam liang Memek seakan tak terbendung lagi, semakin lama alirannya semakin deras saja. Entah sudah berapa banyak cairan kenikmatan gue keluar membanjir hingga sekitar selangkangan gue .


Kemudian gue raih batang kontol Toni sambil gue kocok-kocokkan dengan sedikit kasar karena menahan gejolak rangsangan yang gue alami. Mulut Toni mencium bagian susu gue.

Kedua susu gue dicium dan dijilatinya secara bergantian.

Lidahnya menyapu rata puting susu gue. Ujung putting gue dijilat dan dihisapnya sehingga menimbulkan rasa geli bercampur nikmat.

Tangan Toni mulai menelusuri selangkangank gue, seluruh bagian luar kemaluan gue pun tidak luput dari belaian tangannya.

Jari-jarinya digaruk-garukkan di belahan bibir memek gue, hingga gue sedikit mendesah tertahan. Ujung jari tangan Toni mulai memainkan klitoris gue.

Ujung klitoris gue sedikit ditekan dengan ujung jarinya kemudian digesek-gesekkan secara teratur hingga gue mengaduh tapi bukan karena kesakitan.

Aa.. Aacch!

Rintihan gue nyaring sambil menggeliat tidak karuan.

Rupanya gue telah mencapai orgasme hingga lendir gue menyembur memenuhi bagian dalam liang senggama gue.

Dapat gue rasakan memek mengedut sambil melepas lendir. Toni semakin bergairah mencium dan menjilati bagian depan tubuh gue.

Jilatannya mengarah turun ke bawah menyapu setiap jengkal kulit tubuh gue. Perut hingga lubang pusar gue disapu dengan lidahnya.

Dia semakin ke bawah ke arah paha, kembali naik ke atas menjilati bagian dalam paha, semakin naik lagi hingga pangkal paha, kemudian bibirnya menciumi bibir memek gue.

Dengan tanpa sedikit pun merasa jijik Toni menjilati dan menelan cairan lendir bening dari memek gue.

 Bibirnya mengulum bibir memek gue dan lidahnya dijulurkan di antara belahan bibir memek gue. Dapat kurasakan ujung lidahnya menusuk masuk ke dalam liang memek gue sambil sesekali menyentuh dinding luar memek gue yang kembali membasah lagi. Lidah Toni menyapu ujung klitoris lalu mulutnya dibenamkan ke memek gue sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Gue kembali tidak mampu membendung gelombang orgasme gue yang mengulung-gulung liar dari dalam tubuh gue.

Gue jambak rambut Toni yang kepalanya masih membenam di selangkangan gue.

Gue tarik kepalanya agar lebih terbenam lagi di selangkangan gue, gue jepit kepalanya sambil kurasakan semburan lendir kembali membasahi liang memek gue.

Toni kembali menjilat dan menelan habis cairan yang keluar dari dalam liang memek gue sebelum dia merambat naik kembali melumat bibir gue sambil memegang dan mengarahkan batang kontolnyaa di depan liang memek gue.

Digesek-gesekkan sebentar kepala kemaluannya di belahan bibir memek gue, baru kemudian didorongnya sedikit hingga kepala kontolnya mulai memasuki liang memek gue.

uhhhhhh..! Sakit..! Pelan dong!

Jerit gue menahan sakit yang bercampur nikmat.

Toni memberi gue waktu untuk menarik napas sejenak, kemudian kembali dia mendorongkan batang kontolnya agar masuk sedikit lebih dalam lagi. o

hhhhhh.. Uuhh!

Aduuh..!

jerit gue kembali menahan rasa perih di dalam liang memek gue .

 Toni bukannya menarik keluar batang kontolnya dari dalam liang memek gue, tetapi dia malah menekan lebih dalam lagi, dan tekanannya semakin kuat dan akhirnya..

“Jrrruuooot…..Crottttttt.. Uu.. Uucch!

Sluuuub..!

Aa.. Aacch! Sluuuub..!

Oo.. Oohhh!

suara desahan gue seakan bersahutan dengan suara pompaan batang kontol Toni.

Rasa sakit yang gue alami juga sudah semakin menghilang bersamaan dengan deru pompaan batang kontol Toni yang memompa liang memek gue yang semakin lama semakin kencang.

Gue rasanya benar-benar hampir pingsan, tidak tahu harus berbuat apa dan harus bagaimana.

Gue tidak mampu melukiskan kenikmatan yang gue alami saat itu dengan kata-kata. Yang gue ingat adalah akhirnya kami mengalami orgasme yang waktunya hampir bersamaan.

Dan sejak saat itu kami jadi rutin melakukan hubungan seperti itu lagi.

Gue benar-benar suka dan menikmatinya, hampir secara rutin tiga kali seminggu kami melakukan ngeseeeks, dimana saja, kapan saja seperti minum minuman ringan saja.

Terima kasih,Cinta. .. . .

Sexgairah |Cerita dewasa, Kumpulan cerita sex, Blowjob, handjob, Cerita sex dewasa, Cerita seks dewasa, Tante girang, Daun muda, Pemerkosaan, Cerita seks artis,Cerita sex artis, Cerita porno artis, Cerita hot artis, Cerita sex, Cerita kenikmatan,Cerita bokep, Cerita ngentot,Cerita hot, Bacaan seks, Cerita, Kumpulan Cerita Seks, Onani dan Masturbasi, Cerita seks tante,blog cerita seks, Seks,sedarah seks, cerita 17+ tahun,cerita bokep.
>

Subscribe to receive free email updates: